
Peneliti ungkap kaitan antara aktivitas fisik dengan umur panjang dan penuaan

Seorang atlet mengikuti lomba ski lintas alam dalam Festival Ski Vasaloppet Internasional Jingyuetan Changchun di Changchun, ibu kota Provinsi Jilin, China timur laut, pada 4 Januari 2025. (Xinhua/Yan Linyun)
Frekuensi aktivitas fisik moderat yang lebih tinggi terkait dengan penurunan risiko percepatan penuaan hingga lebih dari lima tahun.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti China baru-baru ini menemukan hubungan antara aktivitas fisik, perilaku sedenter, dan dampaknya terhadap umur panjang dan percepatan penuaan, yang mendukung saran "mengurangi duduk dan lebih banyak bergerak" untuk umur panjang yang sehat.Tim peneliti dari Universitas Sun Yat-sen memilih 20.924 partisipan China berusia 50 tahun ke atas dari Guangzhou Biobank Cohort Study (GBCS) dan mengumpulkan data mengenai aktivitas fisik serta perilaku sedenter mereka melalui kuesioner.Setelah menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan umur panjang, mereka menemukan bahwa aktivitas fisik moderat, dibandingkan dengan tingkat aktivitas yang rendah, memiliki kaitan dengan kemungkinan umur panjang yang lebih tinggi, dengan peningkatan peluang sebesar 56 persen.Secara khusus, frekuensi, durasi, dan intensitas aktivitas fisik moderat berkorelasi positif dengan kemungkinan panjang umur. Sebaliknya, aktivitas fisik berat tidak memberikan manfaat yang sama dan, dalam beberapa kasus, menunjukkan hubungan yang terbalik.Ketika meneliti hubungan antara aktivitas fisik dan percepatan penuaan, tim peneliti menemukan frekuensi aktivitas fisik moderat yang lebih tinggi terkait dengan penurunan risiko percepatan penuaan hingga lebih dari lima tahun. Sebaliknya, durasi aktivitas fisik berat yang lebih lama dikaitkan dengan peningkatan risiko percepatan penuaan hingga lebih dari lima tahun.Singkatnya, aktivitas fisik menunjukkan efek perlindungan terhadap umur panjang dan percepatan penuaan, dengan efek yang sebagian dimediasi melalui lipid. Di sisi lain, perilaku sedenter memiliki dampak negatif terhadap percepatan penuaan.Tim peneliti memublikasikan temuan ini dalam jurnal GeroScience.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Mendeteksi pencemaran air dengan teknologi sensor ‘solid-state’
Indonesia
•
10 Sep 2020

Eksperimen 7 hari di luar angkasa bisa membantu jutaan penderita ‘fatty liver’
Indonesia
•
09 Jun 2026

Misi eksplorasi Mars pertama China kumpulkan banyak data ilmiah
Indonesia
•
19 Sep 2022

Tim ilmuwan China temukan target molekuler baru untuk ciptakan pestisida ramah lingkungan
Indonesia
•
26 Dec 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
