
Burung-burung langka terdampar di tengah gelombang dingin di China berhasil diselamatkan

Seorang staf memeriksa sayap seekor bangau putih oriental yang diselamatkan di pusat penyelamatan margasatwa di Changchun, Provinsi Jilin, China timur laut, pada 6 November 2023. (Xinhua)
Bangau putih oriental, spesies burung migran yang berada di bawah perlindungan nasional kelas satu, telah dimasukkan ke dalam daftar hewan terancam punah oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN).
Changchun, China (Xinhua) – Enam ekor bangau putih oriental, yang terdampar di tengah gelombang dingin yang melanda Provinsi Jilin, China timur laut, berhasil diselamatkan pada Senin (6/11).Pusat penyelamatan margasatwa di Changchun, ibu kota provinsi tersebut, menerima laporan dari penduduk setempat pada Senin pagi bahwa lebih dari 100 bangau putih oriental terdampar di sebuah kawasan industri di tengah hujan salju lebat, dengan bercak darah terlihat pada tubuh salah satu bangau.Investigasi lanjutan oleh tim penyelamat mengungkap bahwa burung tersebut mengalami lecet, dan mereka pun membantu menyembuhkan luka yang dialami hewan itu.Seorang penduduk setempat membawa pulang burung lain yang terperangkap di salju, dan tak lama kemudian burung itu dapat kembali bergerak. Kedua burung ini, bersama empat burung lainnya yang diselamatkan petugas polisi, kemudian dipindahkan ke pusat penyelamatan margasatwa."Setelah dilakukan pemeriksaan, kami menemukan bahwa sebagian besar bangau tidak mengalami cedera, tetapi mereka tidak dapat terbang karena cuaca dingin ekstrem dan kondisi cuaca buruk," kata Di Haiyang, kepala pusat penyelamatan itu, seraya menambahkan bahwa burung-burung tersebut diberi makan ikan.Bangau putih oriental, spesies burung migran yang berada di bawah perlindungan nasional kelas satu, telah dimasukkan ke dalam daftar hewan terancam punah oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN).Burung-burung tersebut biasanya berkumpul di sekitar Changchun pada awal November sebelum bermigrasi ke selatan. Namun, tahun ini perjalanan mereka terhambat oleh gelombang dingin.Di memperingatkan warga setempat agar tidak menangkap atau memberikan makanan kepada bangau tersebut dan meminta mereka menghubungi pusat penyelamatan jika bantuan diperlukan.Dia mengatakan bahwa stasiun penyelamatan itu akan memantau dengan cermat kondisi bangau yang terdampar, tetapi untuk saat ini, intervensi tidak diperlukan. Menurutnya, setelah cuaca membaik dan keenam bangau tersebut sudah pulih, maka mereka akan dilepasliarkan untuk bergabung dengan kawanan.Cuaca dingin membawa angin kencang dan hujan salju lebat ke daerah utara dan timur laut China sejak Ahad (5/11). Gelombang dingin diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Minyak daur ulang dari ‘hotpot’ diubah jadi bahan bakar jet
Indonesia
•
01 Mar 2023

Konstelasi satelit komersial China akan sediakan layanan internet untuk Brasil
Indonesia
•
22 Nov 2024

China luncurkan mesin bor terowongan raksasa untuk proyek Sungai Yangtze
Indonesia
•
11 Apr 2025

Ilmuwan China peroleh data kontinu lapisan troposfer di atas Dataran Tinggi Qinghai-Xizang
Indonesia
•
13 Jun 2024


Berita Terbaru

Peneliti di Australia uji jam atom generasi baru di laut
Indonesia
•
15 Apr 2026

Feature – Pabrik alat berat China pelopori upaya menuju produksi nol karbon
Indonesia
•
13 Apr 2026

Platform dokter digital berteknologi AI layani penyakit Parkinson
Indonesia
•
14 Apr 2026

Sayuran berdaun bantu ekstraksi logam beracun dari tanah, tawarkan masa depan pertambangan berkelanjutan
Indonesia
•
14 Apr 2026
