
Tim ilmuwan China realisasikan simpul jaringan kuantum bebas ‘crosstalk’

Foto yang diabadikan pada 18 September 2021 ini menunjukkan gambar diagram dari sistem komputasi kuantum "Jiuzhang" yang ditampilkan dalam Konferensi Industri Kuantum 2021 di Hefei, Provinsi Anhui, China timur. (Xinhua/Du Yu)
Untuk menghindari crosstalk, dua spesies ion biasanya digunakan masing-masing untuk menjerat foton dan menyimpan informasi kuantum. Namun, skema spesies ganda ini memiliki sejumlah keterbatasan, seperti biaya perangkat yang tinggi untuk ion-ion yang berbeda dan persyaratan yang tinggi untuk pengoperasiannya.
Beijing, China (Xinhua) – Tim ilmuwan China mencapai kemajuan dalam jaringan kuantum yang untuk pertama kalinya berhasil merealisasikan simpul jaringan kuantum bebas crosstalk menggunakan ‘qubit’ tipe ganda dari spesies ion yang sama.Qubit, atau bit kuantum, merupakan unit dasar informasi dalam komputasi kuantum. Salah satu sistem fisik yang paling menjanjikan saat ini untuk jaringan kuantum adalah perangkap ion. Dalam jaringan semacam itu, keterkaitan ion-foton merupakan unit dasar, tetapi akan memengaruhi qubit memori yang membawa informasi kuantum dan menyebabkan hilangnya informasi, yang dikenal sebagai crosstalk.Untuk menghindari crosstalk, dua spesies ion biasanya digunakan masing-masing untuk menjerat foton dan menyimpan informasi kuantum. Namun, skema spesies ganda ini memiliki sejumlah keterbatasan, seperti biaya perangkat yang tinggi untuk ion-ion yang berbeda dan persyaratan yang tinggi untuk pengoperasiannya.Sebuah tim peneliti dari Universitas Tsinghua mengusulkan simpul jaringan kuantum di mana hanya satu spesies ion yang dibutuhkan, tetapi dengan dua jenis qubit. Mereka memublikasikan temuan tersebut baru-baru ini di jurnal Nature Communications.Dalam temuan ini, ion-ion yang sama jenisnya di dalam simpul jaringan kuantum tersebut dikodekan dalam dua level struktur sangat halus yang berbeda, satu untuk keterkaitan dengan foton dan yang lainnya untuk penyimpanan informasi, urai Huang Yuanyuan, anggota tim peneliti di Universitas Tsinghua.Huang mencatat bahwa keterkaitan ion-foton dihasilkan dalam skala waktu tipikal ratusan milidetik, dan crosstalk pada qubit memori terbukti dapat diabaikan pada presisi eksperimental.Dengan dasar untuk memastikan efek keterkaitan ion-foton dan penyimpanan informasi, skema baru tersebut telah sangat menyederhanakan sistem perangkat keras jaringan kuantum dan mengambil langkah signifikan menuju pengembangannya di masa depan, tutur Duan Luming, pemimpin tim itu di Universitas Tsinghua.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia luncurkan wahana antariksa kargo Progress MS-26 ke orbit
Indonesia
•
16 Feb 2024

Pesawat Amfibi AG600M buatan China rampungkan uji terbang pertama 2025
Indonesia
•
07 Feb 2025

Ekosistem mangrove efektif urai limbah budi daya laut
Indonesia
•
28 Apr 2026

China Daratan catat peningkatan jumlah paten penemuan bernilai tinggi
Indonesia
•
16 Feb 2024


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
