
China akan lakukan eksperimen tikus di stasiun luar angkasa

Foto tak bertanggal ini menunjukkan anggota kru Shenzhou-21 Zhang Lu (tengah), Wu Fei (kanan), dan Zhang Hongzhang. (Xinhua)
Para awak Shenzhou-21 akan melakukan eksperimen ilmiah di orbit yang melibatkan tikus selama mereka tinggal di stasiun luar angkasa China.
Jiuquan, China (Xinhua/Indonesia Window) – Para awak Shenzhou-21 akan melakukan eksperimen ilmiah di orbit yang melibatkan tikus selama mereka tinggal di stasiun luar angkasa China, menurut pernyataan Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA) pada Kamis (30/10).Dua tikus jantan dan dua tikus betina akan dibawa ke stasiun luar angkasa dengan wahana antariksa Shenzhou-21 dan dipelihara di orbit, tutur Juru Bicara CMSA Zhang Jingbo dalam konferensi pers yang digelar satu hari sebelum peluncuran misi Shenzhou-21.Seraya menuturkan bahwa ini adalah kali pertama China akan melakukan eksperimen ilmiah yang melibatkan mamalia pengerat di luar angkasa, Zhang mengatakan studi di orbit ini akan berfokus pada pemeriksaan dampak dari kondisi luar angkasa, seperti mikrogravitasi dan ruang tertutup, terhadap perilaku hewan tersebut.Selanjutnya, tikus-tikus itu akan kembali ke Bumi dengan wahana antariksa, dan penelitian ilmiah lanjutan akan dilakukan untuk mengeksplorasi respons stres dan perubahan adaptif berbagai jaringan dan organ tikus di lingkungan luar angkasa, imbuh Zhang.Wahana antariksa berawak Shenzhou-21 dijadwalkan akan diluncurkan pada Jumat (31/10) pukul 23.44 Waktu Beijing (22.44 WIB) dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut. Astronaut China Zhang Lu, Wu Fei, dan Zhang Hongzhang akan melaksanakan misi Shenzhou-21.Selama berada di orbit, para kru Shenzhou-21 akan melakukan total 27 proyek penelitian ilmiah dan terapan baru.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China luncurkan satelit meteorologi Fengyun-3F
Indonesia
•
08 Aug 2023

Trump umumkan proyek pertahanan rudal "Golden Dome" senilai 175 miliar dolar AS
Indonesia
•
23 May 2025

IEA: Emisi CO2 terkait energi global catat rekor tertinggi baru pada 2022
Indonesia
•
03 Mar 2023

Ilmuwan ungkap mekanisme bertahan hidup di Palung Mariana, tempat terdalam di lautan Bumi
Indonesia
•
09 Mar 2025


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
