
Meta berencana pangkas 10 persen karyawan, Microsoft luncurkan program pensiun sukarela

Ilustrasi. (Dima Solomin on Unsplash)
Meta memiliki tenaga kerja global sebanyak 78.865 karyawan, yang berarti pemangkasan karyawan 10 persen akan berdampak terhadap sekitar 8.000 pekerjaan.
San Francisco, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Meta Platforms berencana memangkas sekitar 10 persen tenaga kerjanya, menurut sejumlah laporan media pada Kamis (23/4) yang mengutip sebuah memo internal, seiring raksasa media sosial itu terus mengejar efisiensi sembari meningkatkan investasi dalam infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan talenta.
Hingga 31 Desember 2025, Meta memiliki tenaga kerja global sebanyak 78.865 karyawan, menurut laporan tahunannya, yang berarti langkah terbaru itu akan berdampak terhadap sekitar 8.000 pekerjaan.
Dalam laporan tahunan dan materi pendapatan terbarunya, Meta mengatakan mereka tetap fokus untuk "beroperasi secara efisien" sembari berinvestasi besar-besaran dalam AI dan infrastruktur.
Perusahaan tersebut mengatakan mereka memperkirakan pengeluaran modal di 2026 akan berada di kisaran 115 miliar dolar AS hingga 135 miliar dolar AS, dengan peningkatan secara tahunan (year on year) didorong oleh investasi yang mendukung upaya Meta Superintelligence Labs dan bisnis intinya.
*1 dolar AS = 17.277 rupiah
Menurut sejumlah laporan media yang mengutip sebuah memo internal, Chief People Officer Microsoft Amy Coleman mengumumkan program pensiun sukarela satu kali untuk sebagian kecil karyawan Amerika Serikat (AS) yang telah lama bekerja di perusahaan itu, sebuah langkah yang menurut laporan-laporan tersebut dapat mencakup ribuan karyawan AS.
Hingga 30 Juni 2025, Microsoft mempekerjakan sekitar 228.000 orang secara penuh waktu, termasuk 125.000 orang di AS, menurut laporan tahunannya.
Perusahaan itu juga telah melakukan pengeluaran agresif untuk infrastruktur AI. Dalam laporan pendapatan kuartal kedua tahun fiskal 2026 mereka pada Januari, Microsoft mengatakan pengeluaran modal mencapai 37,5 miliar dolar AS pada kuartal tersebut, dengan sekitar dua pertiga dari pengeluaran itu dialokasikan untuk aset jangka pendek, terutama GPU dan CPU.
Langkah-langkah tersebut menyoroti bagaimana perusahaan teknologi besar AS terus menyesuaikan struktur tenaga kerja dan basis biaya mereka sembari mengalokasikan lebih banyak sumber daya ke dalam infrastruktur, produk, dan talenta teknis terkait AI.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Pembukaan kembali TikTok Shop beri dampak positif bagi tenaga kerja dan UMKM
Indonesia
•
14 Dec 2023

Minyak jatuh setelah pembicaraan nuklir AS-Iran tunjukkan kemajuan
Indonesia
•
07 Feb 2022

Industri sepeda China terus bergerak maju dengan beragam teknologi pintar
Indonesia
•
02 May 2023

Kawasan Industri Terpadu Batang tawarkan zona komersial dan residensial baru bagi para investor
Indonesia
•
16 Dec 2024


Berita Terbaru

ZTE borong 3 penghargaan Selular Awards 2026, perkuat inovasi teknologi jaringan di Indonesia
Indonesia
•
11 Jun 2026

Perusahaan robot humanoid China resmi ekspansi ke Indonesia
Indonesia
•
10 Jun 2026

Maskapai AS habiskan 118 triliun rupiah untuk bahan bakar dalam sebulan, apa penyebabnya?
Indonesia
•
09 Jun 2026

Cadangannya 1.000 kali lebih besar dari daratan, China bidik uranium dari air laut
Indonesia
•
09 Jun 2026
