IPO SpaceX raup 1.348 triliun rupiah, Elon Musk makin dekat jadi triliuner pertama dunia

Sejumlah orang berbicara di lantai Bursa Efek New York (New York Stock Exchange/NYSE) di New York, Amerika Serikat, pada 14 Agustus 2025. (Xinhua/Liu Yanan)

San Francisco, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Space Exploration Technologies Corp., yang dikenal sebagai SpaceX, menetapkan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebesar 135 dolar AS per saham dan berhasil mengumpulkan dana sebesar 75 miliar dolar AS melalui penjualan sekitar 555,56 juta saham, demikian menurut laporan media Amerika Serikat (AS) pada Kamis (11/6).

*1 dolar AS = 17.981 rupiah

Menurut sejumlah laporan, IPO tersebut memberi valuasi SpaceX sekitar 1,77 triliun dolar AS. Saham SpaceX diperkirakan mulai diperdagangkan di bursa Nasdaq pada Jumat (12/6).

Dari segi besaran pengumpulan dana, IPO ini akan mencetak rekor untuk penawaran umum perdana. Berdasarkan valuasinya, SpaceX akan masuk dalam 10 perusahaan paling bernilai yang terdaftar di AS.

Didirikan oleh pengusaha AS Elon Musk pada 2002, SpaceX memiliki bisnis di bidang layanan peluncuran wahana luar angkasa, internet satelit, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

IPO perusahaan ini menarik perhatian kuat dari pasar, sementara valuasinya yang tinggi juga memicu diskusi di kalangan pengamat pasar mengenai prospek keuntungannya serta keberlanjutan pertumbuhannya di masa depan.

Laporan menyebutkan bahwa pengaturan pencatatan saham SpaceX menyimpang dari beberapa konvensi Wall Street, termasuk menetapkan harga IPO di awal dan mencadangkan proporsi saham yang relatif tinggi untuk investor ritel. Musk akan tetap mempertahankan kendali suara yang kuat atas perusahaan itu setelah IPO.

Mengingat kepemilikan besar Elon Musk di SpaceX, valuasi tersebut dapat secara signifikan meningkatkan nilai kepemilikannya dan menjadikannya triliuner pertama di dunia.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait