
Menlu Iran peringatkan AS agar tidak biarkan Netanyahu "membunuh diplomasi"

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menghadiri konferensi pers bersama di Teheran, Iran, pada 18 Januari 2026. (Xinhua/Shadati)
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi pada Kamis (9/4) memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak membiarkan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu "membunuh diplomasi", di tengah gencatan senjata rapuh yang mulai berlaku setelah 40 hari pertempuran.
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Araghchi mengatakan, "Sidang pidana Netanyahu akan dilanjutkan pada Ahad (12/4). Gencatan senjata di seluruh kawasan, termasuk di Lebanon, akan mempercepat pemenjaraannya."
Dia menambahkan bahwa jika AS membiarkan Netanyahu "membunuh diplomasi, itu pada akhirnya akan menjadi pilihannya (AS). Kami rasa pilihan tersebut bodoh, tetapi kami siap menghadapinya."
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menulis di X bahwa "waktu hampir habis", seraya menekankan bahwa Lebanon dan "poros-poros perlawanan" merupakan bagian yang "tak terpisahkan" dari gencatan senjata.
Pada Kamis yang sama, Araghchi juga membahas gencatan senjata dengan menlu-menlu Rusia, Prancis, Spanyol, dan Jerman melalui panggilan telepon terpisah, ungkap pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran.
Araghchi mengatakan kepada Menlu Rusia Sergei Lavrov bahwa Iran mengambil pendekatan yang bertanggung jawab, dan bahwa jalur aman melalui Selat Hormuz, yang dijanjikan selama dua pekan dalam gencatan senjata, akan diberikan jika AS mematuhi komitmennya.
Dalam percakapan telepon dengan Menlu Prancis Jean-Noel Barrot, Araghchi menyatakan penyesalannya atas pelanggaran gencatan senjata oleh Israel dan serangan terhadap Lebanon, serta mendesak aksi internasional. Barrot menyambut baik gencatan senjata tersebut dan menekankan perlunya menghentikan serangan Israel terhadap Lebanon.
Menlu Spanyol Jose Manuel Albares menyebut serangan terhadap Iran sebagai "ilegal", dan mendesak semua pihak untuk tetap berkomitmen pada jalur diplomatik.
Gencatan senjata selama dua pekan antara AS dan Iran mulai berlaku pada Rabu (8/4), dengan pembicaraan damai dijadwalkan akan dimulai akhir pekan ini di Islamabad, Pakistan. Pihak Iran dilaporkan akan dipimpin oleh Qalibaf.
Israel menyatakan bahwa gencatan senjata itu tidak mencakup konflik di Lebanon, sebuah posisi yang dibantah oleh Iran dan mediator Pakistan. Beberapa jam setelah gencatan senjata berlaku, Israel melancarkan serangan terbesarnya dalam sehari terhadap Lebanon, yang menewaskan lebih dari 300 orang dan melukai lebih dari 1.100 lainnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China siap berkoordinasi dengan Selandia Baru untuk perdamaian dan stabilitas di Kepulauan Pasifik
Indonesia
•
19 Nov 2022

Aneksasi Gaza jadi upaya awal Israel kuasai wilayah kantong tersebut
Indonesia
•
01 Aug 2025

Minyak dan gas di Malvinas jadi sengketa, Argentina minta Inggris hentikan eksploitasi
Indonesia
•
14 Oct 2026

PM Prancis Francois Bayrou Lolos Mosi Tidak Percaya
Indonesia
•
17 Jan 2025


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
