Mojtaba Khamenei gantikan sang ayah jadi pemimpin tertinggi Iran di tengah perang lawan AS-Israel

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei berbicara dalam sebuah pidato hari raya keagamaan di Teheran, ibu kota Iran, pada 17 Januari 2026. (Xinhua/Kantor Pemimpin Tertinggi Iran)

Mojtaba Khamenei resmi diumumkan sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan serta ancaman terbuka dari Israel terhadap siapa pun yang menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.

 

Jakarta (Indonesia Window) – Iran memasuki babak baru dalam kepemimpinannya setelah Mojtaba Khamenei resmi diumumkan sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran pada Senin, dikutip dari kantor berita IRNA.

Pengumuman ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan serta ancaman terbuka dari Israel terhadap siapa pun yang menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.

Penunjukan Mojtaba diumumkan oleh ‘Assembly of Experts’, lembaga ulama yang memiliki kewenangan memilih Pemimpin Tertinggi Iran. Keputusan tersebut muncul beberapa hari setelah laporan media Iran International yang menyebutkan bahwa proses pemilihan berlangsung di bawah tekanan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Pengangkatan Mojtaba menandai pergeseran penting dalam politik Iran. Selama bertahun-tahun dia dikenal sebagai figur kuat di balik layar kekuasaan, namun hampir tidak pernah tampil di ruang publik. Banyak analis menilai dia telah lama memainkan peran kunci dalam jaringan politik, militer, dan keamanan negara tersebut.

‘Pangeran bayangan’ Iran

Mojtaba Khamenei lahir pada 1969 di Mashhad dan menempuh pendidikan di Alavi High School di Teheran, salah satu sekolah elit yang melahirkan banyak tokoh penting Iran.

Setelah itu dia menempuh pendidikan keagamaan di Teheran dan Qom, pusat pendidikan pemuka agama Syiah di Iran. Dalam beberapa tahun terakhir, dia mengajar dars-e kharij, tingkat tertinggi pengajaran hukum Islam di sekolah agama.

Meski tidak pernah memegang jabatan politik formal, Mojtaba diyakini memiliki pengaruh besar di dalam Kantor Pemimpin Tertinggi dan jaringan administratif ayahnya. Karena perannya yang sangat kuat namun jarang terlihat, banyak pengamat menjulukinya sebagai “pangeran bayangan” dalam sistem politik Iran.

Secara ideologis, Mojtaba dikenal dekat dengan ulama konservatif Mohammad-Taqi Mesbah-Yazdi, tokoh yang menjadi arsitek ideologi Paydari Party.

Dia disebut mendukung konsep negara yang lebih terpusat, di mana lembaga-lembaga yang ditunjuk memiliki kekuasaan lebih besar dibandingkan lembaga yang dipilih melalui pemilu.

Pandangan tersebut tercermin selama masa pemerintahan Ebrahim Raisi, ketika tokoh konservatif moderat seperti Ali Larijani secara bertahap tersingkir dari panggung politik.

Mojtaba juga diyakini memiliki peran penting dalam mendukung kebangkitan Mahmoud Ahmadinejad pada pemilu presiden 2005.

Dalam kebijakan luar negeri, dia dikenal sangat skeptis terhadap Barat, terutama Amerika Serikat, serta mendukung penguatan jaringan regional Iran yang dikenal sebagai poros perlawanan.

Salah satu sumber kekuatan Mojtaba adalah hubungannya yang erat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps.

Hubungan tersebut telah terjalin sejak masa mudanya ketika dia bertugas di unit IRGC selama perang Iran–Irak. Banyak analis menilai jaringan militernya memainkan peran penting dalam menentukan sejumlah posisi keamanan strategis di Iran.

Pengangkatan Mojtaba sebagai Pemimpin Tertinggi dinilai dapat memperkuat dominasi kelompok garis keras dalam politik Iran serta meningkatkan peran institusi keamanan dalam pemerintahan.

Dengan jaringan kuat di kalangan pemuka agama, aparat keamanan, dan militer, Mojtaba kini memasuki pusat kekuasaan secara resmi setelah bertahun-tahun dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di balik layar politik Iran.

Perkembangan ini juga diperkirakan akan berdampak pada dinamika geopolitik kawasan, terutama hubungan Iran dengan Barat dan konflik regional yang melibatkan sekutu-sekutu Teheran di Timur Tengah.

Sumber: IRNA News Agency

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait