
Lebih dari 1.530 orang tewas di Lebanon sejak eskalasi terbaru pecah

Foto yang diabadikan menggunakan ponsel ini menunjukkan kebakaran yang disebabkan oleh serangan udara Israel di Beirut, Lebanon, pada 8 April 2026. (Xinhua/Bilal Jawich)
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Sedikitnya 1.530 orang tewas di Lebanon sejak eskalasi terbaru pecah pada 2 Maret lalu, kata seorang pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (8/4).
Para korban termasuk 130 anak yang tewas dan 461 anak yang menderita luka-luka, kata Imran Riza, wakil koordinator khusus PBB sekaligus koordinator kemanusiaan untuk Lebanon, mengutip Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon.
"Ini tragedi sipil yang sangat besar," katanya kepada wartawan di kantor pusat PBB melalui tautan video.
Mengenai pengungsi, Riza mengatakan kondisinya telah mencapai "skala yang belum pernah terjadi sebelumnya", dengan lebih dari 1,1 juta orang, atau hampir 20 persen dari populasi Lebanon, kini mengungsi.
Menurutnya, saat ini, ada 138.000 orang yang berlindung di 678 lokasi penampungan kolektif, dan sebagian besar pengungsi, atau lebih dari 800.000 orang, tersebar di berbagai komunitas penampung (host community) atau lingkungan informal, seringkali memiliki akses ke layanan dasar yang sangat terbatas. "Komunitas penampung kini mengalami tekanan yang sangat besar," imbuhnya.
Riza menyebut infrastruktur penting dan layanan publik di Lebanon kini semakin terbebani.
Terdapat lebih dari 106 insiden yang dilaporkan berdampak pada sistem kesehatan, mengakibatkan 57 kematian dan 158 luka-luka di kalangan tenaga kesehatan. Sedikitnya 51 pusat layanan kesehatan dan enam rumah sakit terpaksa ditutup, sementara banyak lainnya mengalami kerusakan, ujarnya.
"Eskalasi ini harus dihentikan," kata Riza, seraya mendesak pihak-pihak yang berkonflik untuk menghormati hukum humaniter internasional dan melindungi warga sipil, infrastruktur sipil, serta personel kemanusiaan dan medis setiap saat.
Mengenai permohonan dana darurat tiga bulan sebesar 308,3 juta dolar AS bagi para korban serangan Israel di Lebanon selatan yang diluncurkan pada pertengahan Maret lalu, Riza mengatakan "lebih banyak lagi" yang dibutuhkan.
*1 dolar AS = 17.009 rupiah
"Dari 308 juta dolar AS itu, baru terpenuhi sekitar sepertiganya hingga saat ini, jadi, kami sangat khawatir dengan hal tersebut," imbuhnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Anggaran pertahanan China 2023 naik 7,2 persen, tumbuh satu digit selama 8 tahun
Indonesia
•
06 Mar 2023

Faksi terbesar LDP Jepang putuskan bubar di tengah skandal penggelapan dana politik
Indonesia
•
20 Jan 2024

COVID-19 – Moskow akan vaksinasi 7 juta orang dalam jangka panjang
Indonesia
•
09 Dec 2020

Sri Lanka akan tangani kapal Iran berdasarkan hukum internasional
Indonesia
•
06 Mar 2026


Berita Terbaru

409 serangan Israel dalam 21 hari sasar petani dan kebun zaitun Palestina, 2 juta pohon zaitun di Gaza hancur
Indonesia
•
23 Oct 2026

Uji jaringan 4G berujung kebakaran 530.000 hektare lahan di Mongolia, KDDI Jepang minta maaf
Indonesia
•
23 Oct 2026

Uni Eropa selidiki Booking.com atas dugaan kegagalan tangani penipuan akomodasi
Indonesia
•
22 Oct 2026

Presiden Sisi: Mesir siap bela wilayah Arab Saudi, bukan serang Yaman
Indonesia
•
22 Oct 2026
