
Mengapa China menyebut ASEAN sebagai pilar stabilitas kawasan?

Menteri Luar Negeri China Wang Yi, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC), bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn di Manila, Filipina, pada 21 Juli 2026. (Xinhua/Rouelle Umali)
Manila, Filipina (Xinhua/Indonesia Window) – Sebagai penopang stabilitas terpenting di kawasan, China siap memperkuat kerja sama dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi di Manila pada Selasa (21/7).
Wang, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC), menyampaikan pernyataan tersebut saat melangsungkan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn.
Wang mengungkapkan bahwa China selalu menjunjung tinggi kesetaraan semua negara dan menganut kebijakan bertetangga baik serta persahabatan dengan negara-negara tetangga.
Dia menuturkan bahwa tahun ini menandai peringatan ke-50 penandatanganan Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia/TAC).
China merupakan negara besar pertama yang bergabung dengan perjanjian tersebut, yang mendorong negara-negara besar lainnya untuk mengikuti jejaknya dan secara signifikan meningkatkan posisi internasional ASEAN.
China akan terus mendukung pembangunan Komunitas ASEAN serta upaya ASEAN dalam mewujudkan persatuan dan penguatan diri.
Wang menyebutkan bahwa tahun ini juga menandai peringatan lima tahun pembentukan Kemitraan Strategis Komprehensif China-ASEAN, sebuah tahun yang krusial sebagai jembatan antara pencapaian masa lalu dan kerja sama di masa depan.
Menurutnya, dunia sedang mengalami perubahan besar yang disertai gejolak, tetapi Asia Timur secara umum tetap mempertahankan kemakmuran dan stabilitas, suatu kondisi yang diraih dengan susah payah dan harus dihargai oleh semua pihak.
Dia mengungkapkan China siap bekerja sama dengan ASEAN untuk memperdalam rasa saling percaya, meningkatkan sali pengertian dan saling dukung, menjaga kepentingan bersama China dan ASEAN, menjunjung tinggi hak dan kepentingan sah Global South, serta mendorong pembangunan tatanan internasional yang lebih adil dan rasional.
Wang menyebutkan bahwa China baru saja sukses menggelar Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia di Shanghai, dan pada acara tersebut China mengusulkan pembentukan Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia.
Organisasi ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kapasitas AI bagi negara-negara Global South, memampukan mereka untuk memanfaatkan momentum perkembangan zaman serta memajukan pembangunan dan modernisasi mereka sendiri.
Dia menyampaikan bahwa China menantikan partisipasi aktif ASEAN yang berkelanjutan dalam kerja sama AI internasional, dan menyambut baik bergabungnya lebih banyak negara ASEAN ke dalam organisasi tersebut.
Mengenai Laut China Selatan, Wang menggambarkannya sebagai rumah bersama bagi negara-negara regional. Dia mengatakan isu Laut China Selatan tidak boleh menjadi batu sandungan bagi hubungan China-ASEAN.
Wang menyebutkan bahwa kekuatan-kekuatan tertentu di dalam jajaran militer dan penegak hukum maritim Filipina telah dengan sengaja memicu insiden di Laut China Selatan demi melayani kepentingan pihak luar, sehingga merongrong proses perbaikan hubungan China-Filipina sekaligus perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.
Wang mengatakan bahwa China siap bekerja sama dengan ASEAN untuk menyingkirkan faktor-faktor pengganggu, mempercepat konsultasi mengenai Kode Etik (Code of Conduct/COC) di Laut China Selatan, bersama-sama membangun narasi baru tentang perdamaian, stabilitas, kerja sama, dan persahabatan di Laut China Selatan, serta memastikan inisiatif terkait isu-isu Laut China Selatan tetap berada sepenuhnya di tangan negara-negara regional.
Kao sangat mengapresiasi hubungan ASEAN-China serta hasil kerja sama praktis antara kedua belah pihak, dan berterima kasih atas dukungan teguh China terhadap peran sentral ASEAN dalam arsitektur kawasan. Dia menambahkan bahwa ASEAN dan China adalah tetangga yang tak terpisahkan, dan China merupakan mitra strategis komprehensif terpenting bagi ASEAN, dengan kedua pihak telah membentuk 65 mekanisme kerja sama.
Kao mengatakan bahwa ASEAN menantikan penyelarasan strategis yang lebih erat dengan China, kerja sama praktis yang lebih mendalam di sektor perdagangan, investasi, ekonomi digital, dan sektor-sektor lainnya, peningkatan pertukaran antarmasyarakat, serta kemajuan yang stabil dalam hubungan ASEAN-China.
Kao mengemukakan bahwa ASEAN menyokong "pendekatan jalur ganda", mendukung percepatan konsultasi COC, dan berupaya menjadikan Laut China Selatan sebagai lautan perdamaian, kerja sama dan persahabatan.
Dia mengatakan bahwa ASEAN siap bekerja sama dengan China untuk bersama-sama menjunjung tinggi perdamaian dan stabilitas kawasan, serta memberikan kontribusi penting bagi pembangunan dan kemakmuran di kawasan Asia-Pasifik.
Wang juga bertemu dengan Menlu Kanada Anita Anand, Menlu Australia Penny Wong, dan Menlu Malaysia Mohamad Hasan pada Selasa.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Menhan Israel untuk kali pertama akui bertanggung jawab atas pembunuhan Ismail Haniyeh
Indonesia
•
26 Dec 2024

UE berlakukan kembali serangkaian sanksi terhadap Iran terkait komitmen nuklir
Indonesia
•
30 Sep 2025

Tanggapi rencana Trump, Hamas setuju pembebasan sandera Israel dan pemerintahan Gaza
Indonesia
•
04 Oct 2025

Penulis senior Spanyol singkap kampanye fitnah Barat terhadap China (Bagian 1 dari 2)
Indonesia
•
07 Feb 2023


Berita Terbaru

Fatah kritik Dewan Perdamaian bentukan AS, tuding Israel hambat gencatan senjata Gaza
Indonesia
•
23 Jul 2026

Gaza catat 4.000 kasus keguguran dalam enam bulan, pejabat medis soroti krisis kemanusiaan
Indonesia
•
22 Jul 2026

Biaya perang AS lawan Iran tembus 671 triliun rupiah, Pentagon akui hadapi kekurangan dana
Indonesia
•
22 Jul 2026

Presiden Meksiko pertanyakan peran AS dalam penangkapan bos kartel El Mayo Zambada
Indonesia
•
22 Jul 2026
