
Apa yang terjadi di KTT G7? Macron akui ada perbedaan tajam dengan AS

Seorang demonstran memegang poster dalam aksi unjuk rasa di Calgary, Kanada, pada 15 Juni 2025. (Xinhua/Li Haitao)
Evian, Prancis (Xinhua/Indonesia Window) – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok Tujuh (Group of Seven/G7), yang dipimpin oleh Prancis, berakhir pada Rabu (17/6) di Evian tanpa menghasilkan komunike final.
Hal ini menandai tahun kedua berturut-turut kelompok tujuh kekuatan Barat tersebut gagal mengadopsi sebuah komunike final. Sebelumnya, KTT G7 yang dipimpin Kanada pada 2025 juga mengalami kegagalan serupa.
Selama KTT di Evian tersebut, sembilan dokumen hasil kerja yang membahas tema-tema spesifik dipublikasikan, yang mencakup berbagai bidang seperti geopolitik, ekonomi global, dan kesehatan masyarakat.
Pihak penyelenggara KTT telah membatalkan rencana untuk mengeluarkan komunike final sejak tahap persiapan, dan lebih memilih untuk memublikasikan dokumen-dokumen tematik guna menghindari sorotan perbedaan antara Amerika Serikat (AS) dan para sekutunya, demikian laporan kantor berita Jepang, Kyodo News, mengutip sumber-sumber diplomatik.
Bagi negara tuan rumah, KTT di Evian itu "secara objektif sukses" karena ketujuh negara tersebut telah mencapai konsensus terkait krisis di Ukraina, situasi di Timur Tengah, mineral strategis, penyeimbangan kembali makroekonomi, serta isu-isu lainnya, ujar Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam sebuah konferensi pers yang digelar usai KTT tersebut.
Presiden Prancis itu menuturkan bahwa dia menyadari adanya perbedaan antara AS dan enam sekutunya, seperti terkait perubahan iklim dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, dia ingin bersikap "pragmatis" sehingga akan tetap melanjutkan keterlibatan dengan Washington, agar G7 tidak berubah menjadi format "6+1," papar Macron kepada media.
G7 beranggotakan AS, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, dan Jepang. Prancis memegang jabatan kepresidenan bergilir G7 tahun ini.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kelompok Houthi Yaman serang kapal induk AS di tengah rangkaian serangan udara baru AS
Indonesia
•
18 Mar 2025

COVID-19 – Negara-negara Afrika dapat 103 juta dosis vaksin
Indonesia
•
06 Aug 2021

China serukan upaya diplomatik terkait Rencana Aksi Komprehensif Gabungan
Indonesia
•
27 Dec 2022

Menlu China gelar pembicaraan via telepon dengan menlu Belanda, Saudi, dan Argentina terpisah
Indonesia
•
31 Jan 2023


Berita Terbaru

Ini 14 poin kesepakatan damai AS-Iran yang bisa mengubah peta politik dunia
Indonesia
•
18 Jun 2026

Lebih dari 1.000 warga Palestina tewas meski gencatan senjata Gaza sudah berlaku
Indonesia
•
18 Jun 2026

PBB ungkap fakta mengerikan: Lebih dari 24 ribu anak jadi korban konflik bersenjata pada 2025
Indonesia
•
18 Jun 2026

Kebakaran semak di Miami-Dade hanguskan lebih dari 3.000 hektare lahan saat laga Piala Dunia
Indonesia
•
18 Jun 2026
