
Krisis kemanusiaan Sahel memburuk akibat kekerasan dan perubahan iklim

Warga desa mengantre untuk mendapatkan air dari sebuah kolam kecil di Nasko Farm, Nigeria, pada 22 Februari 2006. (Xinhua/Ran Lulin)
Kawasan Sahel mengalami peningkatan suhu lebih cepat dibandingkan rata-rata global.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Sekitar 24 juta orang di seluruh kawasan Sahel saat ini membutuhkan bantuan kemanusiaan, seperti disampaikan Juru Bicara Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric pada Rabu (3/6).
Berbicara kepada awak media dalam konferensi pers harian, Dujarric mengatakan bahwa Ikhtisar Kebutuhan dan Respons Kemanusiaan (Humanitarian Needs and Response Overview) tahun ini memperingatkan bahwa krisis ini terus memburuk di Burkina Faso, Chad, Mali, Niger, Kamerun utara, dan Nigeria timur laut.
Menurut Dujarric, kekerasan masih terus menyebar di kawasan tersebut. Kelompok-kelompok bersenjata memperluas kehadiran mereka di wilayah Sahel Tengah dan Cekungan Danau Chad. Situasi yang tidak aman tersebut menyebabkan warga harus mengungsi dan memaksa sekolah serta fasilitas kesehatan ditutup.
Guncangan iklim semakin memperparah keadaan, kata Dujarric, seraya menambahkan bahwa kawasan Sahel mengalami peningkatan suhu lebih cepat dibandingkan rata-rata global. Sepanjang 2025 saja, banjir telah berdampak pada sekitar 590.000 orang, sementara kekeringan yang berulang dan meluasnya desertifikasi telah merusak lahan pertanian serta mengancam mata pencaharian jutaan warga.
Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, PBB bersama para mitra kemanusiaannya memperluas program bantuan tunai, memperkuat langkah-langkah antisipatif, serta meningkatkan dukungan bagi organisasi-organisasi lokal untuk membantu masyarakat setempat agar lebih mampu menghadapi kebutuhan yang terus meningkat.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

AS serang kapal penyebar ranjau Iran di dekat Selat Hormuz
Indonesia
•
12 Mar 2026

Telaah – Usulan Trump tentang pengambilalihan Gaza ancam solusi dua negara
Indonesia
•
07 Feb 2025

Israel perluas operasi militer di Tepi Barat
Indonesia
•
04 Feb 2025

Korps Garda Revolusi Islam sebut Iran butuh waktu untuk lakukan pembalasan atas kematian Haniyeh
Indonesia
•
21 Aug 2024


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
