
Sedikitnya 15 anggota pasukan paramiliter Irak tewas akibat serangan AS-Arab Saudi

Orang-orang berkumpul untuk memberi penghormatan kepada mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, di Baghdad, Irak, pada 10 April 2026. (Xinhua/Khalil Dawood)
Baghdad, Irak (Xinhua/Indonesia Window) – Sedikitnya 15 anggota paramiliter Pasukan Mobilisasi Rakyat (Popular Mobilization Forces/PMF) Irak tewas pada Rabu (29/7) pagi waktu setempat akibat serangan Amerika Serikat (AS)-Arab Saudi yang menargetkan posisi mereka di sejumlah provinsi di Irak, menurut pernyataan resmi dan sebuah sumber keamanan.
Serangan-serangan tersebut menargetkan markas besar PMF di sejumlah provinsi Irak, yaitu Basra, Diyala, Salahuddin, Nineveh, dan Karbala, menewaskan sedikitnya 15 orang, ungkap seorang sumber keamanan dari Kementerian Dalam Negeri Irak kepada Xinhua yang tidak ingin disebutkan namanya.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu, PMF menggambarkan serangan-serangan itu sebagai eskalasi yang sangat berbahaya dan pelanggaran terhadap kedaulatan Irak, seraya menambahkan bahwa otoritas terkait sedang memantau situasi di lapangan sementara penilaian kerusakan masih berjalan.
Dalam pernyataan terpisah, Komando Operasi Nineveh PMF menyebutkan markas besar Batalion ke-4 dari Brigade ke-30 dan Direktorat Anti-lapis baja di area Dataran Nineveh, dekat Mosul, ibu kota Provinsi Nineveh di Irak utara, dihantam oleh tujuh serangan udara pada pagi hari.
Komando itu mengatakan serangan tersebut menewaskan delapan anggota Brigade ke-30 dan dua anggota Direktorat Anti-lapis baja, serta melukai enam lainnya.
PMF merupakan sebuah organisasi payung yang didukung pemerintah Irak dan terdiri dari puluhan faksi paramiliter. PMF telah resmi diintegrasikan ke dalam angkatan bersenjata Irak menyusul kampanye melawan kelompok ekstremis ISIS.
Sebelumnya pada hari itu, Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS mengonfirmasi operasi tersebut dalam sebuah pernyataan, menyebutkan bahwa pasukan AS dan Arab Saudi pada Selasa (28/9) melancarkan serangan udara presisi terhadap militan yang bersekutu dengan Iran di Irak, menyusul gelombang serangan drone yang menargetkan pasukan AS dan infrastruktur energi Arab Saudi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Uji jaringan 4G berujung kebakaran 530.000 hektare lahan di Mongolia, KDDI Jepang minta maaf
Indonesia
•
23 Oct 2026

Mesir usulkan inisiatif gencatan senjata di Gaza selama dua hari untuk pertukaran sandera-tawanan
Indonesia
•
29 Oct 2024

Kematian dalam kecelakaan udara melonjak jadi 334 secara global pada 2024
Indonesia
•
07 Jan 2025

The Hill: Hak kepemilikan senjata api di AS adalah cengkeraman kematian
Indonesia
•
08 May 2023


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
