
Israel perluas operasi militer di Tepi Barat, tambah permukiman ilegal Yahudi

Sebuah buldoser Israel merobohkan bangunan Palestina di kamp pengungsi Nur Shams yang terletak di sebelah timur Kota Tulkarm, Tepi Barat, pada 31 Desember 2025. (Xinhua/Nidal Eshtayeh)
Yerusalem (Al-Quds), Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, pada Selasa (28/7) mengatakan bahwa dirinya telah memerintahkan pihak militer untuk memperluas kegiatan ofensif di Tepi Barat dan bersiap untuk merebut kamp pengungsi Palestina lainnya serta mengevakuasi para penghuninya.
Dalam sebuah pernyataan, Katz mengatakan bahwa pengambilalihan kamp tambahan tersebut, yang namanya tidak diungkapkan, akan mengikuti model yang sama seperti yang diterapkan di kamp Jenin, Tulkarm, dan Nur Shams pada awal tahun lalu, di mana para penghuni dievakuasi, infrastruktur militan dibongkar, dan pasukan Israel ditempatkan secara permanen.
Pernyataan Katz tersebut mengeklaim bahwa operasi-operasi tersebut telah menyebabkan penurunan aktivitas "teroris" sebesar 80 persen di Tepi Barat.
Sementara itu, Katz mengatakan dalam wawancara dengan saluran berita milik Israel, Channel 14, bahwa Israel berencana memperluas jumlah permukiman Yahudi di Tepi Barat, dengan puluhan komunitas baru akan didirikan.
Dia juga mengatakan dalam wawancara tersebut bahwa jet tempur militer Amerika Serikat (AS) telah lepas landas dari Israel untuk menyerang Iran, serta menegaskan kembali bahwa Israel siap membalas jika menjadi sasaran.
Katz menambahkan bahwa militer Israel tidak akan menarik diri dari wilayah-wilayah yang dikuasainya di Jalur Gaza, Suriah, dan Lebanon.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Menlu Singapura desak diplomasi preventif di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
30 Sep 2024

China tolak kontrol ekspor Jepang terhadap peralatan manufaktur semikonduktor
Indonesia
•
24 May 2023

Myanmar bersedia pulangkan pengungsi dari Bangladesh
Indonesia
•
29 Sep 2019

Ukraina berlakukan rezim visa, Rusia pertimbangkan langkah balasan
Indonesia
•
10 Sep 2022


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
