
Fondasi dahan murbei dan cemara ditemukan di bawah tembok kota China kuno

Foto yang diabadikan pada 6 Januari 2023 ini menunjukkan dahan-dahan pohon cemara di sebuah situs peninggalan kuno di Shangqiu, Provinsi Henan, China tengah. (Xinhua/Li An)
Kota kuno China dari era Dinasti Song (960-1279) menggunakan lapisan dahan pohon murbei dan cemara sebagai fondasi tembok kota yang kokoh.
Zhengzhou, China (Xinhua) – Para arkeolog di Provinsi Henan, China tengah, menemukan sebuah lapisan dahan pohon murbei dan cemara yang membentang luas, yang diyakini sebagai fondasi tembok kota kuno.Mencakup area seluas hampir 400 meter persegi di Kota Shangqiu, dahan-dahan pohon itu berasal dari era Dinasti Song (960-1279), demikian menurut institut peninggalan budaya dan arkeologi kota tersebut.Dahan-dahan itu kemungkinan digunakan untuk memperkuat fondasi, karena ditemukan di bawah proteksi lereng tanah yang dimampatkan (rammed earth) di tembok kota tersebut dan di atas sebuah lapisan tanah, kata Yue Hongbin, kepala institut itu."Dahan-dahan tersebut menandakan ada sebuah lubang tanah lunak di bawahnya saat tembok dibangun. Tanpa dahan-dahan pohon tersebut, tembok tanah yang dimampatkan itu dapat ambles atau retak," kata Yue, memuji kebijaksanaan kuno di balik desain tersebut.Para peneliti mengatakan dahan-dahan berusia seribu tahun tersebut relatif terpelihara dengan baik mengingat temuan itu terkubur 10 meter di bawah tanah dan terlindungi oleh tanah lempung merah yang terbentuk akibat banjir Sungai Kuning.
Seorang arkeolog menemukan dahan-dahan cemara di sebuah situs peninggalan kuno di Shangqiu, Provinsi Henan, China tengah, pada 6 Januari 2023. (Xinhua/Li An)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Rusia kembangkan sistem prediksi pandemik berbasis kecerdasan buatan
Indonesia
•
24 Aug 2020

Ribuan relik ditemukan di situs tembok kota kuno di Tianjin, China
Indonesia
•
09 Apr 2023

Satelit astronomi Einstein Probe milik China singkap fakta baru alam semesta
Indonesia
•
03 Nov 2024

COVID-19 – WHO akan uji tiga obat baru untuk pengobatan
Indonesia
•
13 Aug 2021


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
