
Uganda pertimbangkan penggunaan teknologi digital untuk tingkatkan konservasi satwa liar

Kawanan waterbuck terlihat di Taman Nasional Ratu Elizabeth di Kasese, Uganda barat, pada 2 Maret 2023. (Xinhua/Hajarah Nalwadda)
Strategi konservasi satwa liar di Uganda dilakukan dengan menggunakan teknologi digital yang membantu meningkatkan pemahaman terkait perilaku satwa liar, melacak perdagangan dan penyelundupan satwa liar ilegal, memprediksi ancaman terhadap keanekaragaman hayati, dan menginformasikan strategi konservasi yang efektif.
Kampala, Uganda (Xinhua) – Uganda sudah bergerak untuk menggunakan teknologi digital guna meningkatkan upaya-upaya konservasi satwa liar dan telah membuahkan hasil yang baik, dikatakan seorang pejabat senior pada Selasa (20/2)."Teknologi digital mengubah strategi konservasi satwa liar konvensional secara signifikan. Ketika kita menghadapi berbagai tantangan konservasi yang disebabkan oleh manusia, inovasi digital seperti drone, pelacakan menggunakan satelit (satellite tracking), kode batang (barcode) DNA, dan media sosial menjadi sangat relevan dengan praktik konservasi satwa liar saat ini," ujar Menteri Pariwisata, Margasatwa dan Kepurbakalaan Uganda Tom Butime, di Kampala, ibu kota negara tersebut.Menteri tersebut mengatakan bahwa semua teknologi ini meningkatkan pemahaman terkait perilaku satwa liar, melacak perdagangan dan penyelundupan satwa liar ilegal, memprediksi ancaman terhadap keanekaragaman hayati, dan menginformasikan strategi konservasi yang efektif."Ketika kita mengakui peran penting mereka, sangat penting untuk memastikan sinergi yang mulus dan kolaborasi lintas disiplin dengan semua pemangku kepentingan bagi transformasi digital satwa liar," kata menteri itu.Dia melontarkan pernyataan tersebut menjelang peringatan Hari Margasatwa Sedunia 2024, yang akan diselenggarakan pada 3 Maret dengan mengusung tema ‘Menghubungkan Manusia dan Planet: Menjelajahi Inovasi Digital dalam Konservasi Satwa Liar’ (Connecting People and Planet: Exploring Digital Innovation in Wildlife Conservation).Butime mengatakan bahwa peringatan hari tersebut akan berfokus pada peningkatan kesadaran terkait penerapan teknologi digital dan intervensi untuk mendorong konservasi satwa liar dan berbagi dampak positif yang muncul terhadap ekosistem serta mata pencaharian di Uganda."Perayaan ini akan menyoroti perangkat teknologi baru dan perkembangan terkait untuk melengkapi upaya-upaya Uganda dalam menjaga keanekaragaman hayati dan mengoptimalkan manfaat dari hewan dan tumbuhan liar," ujar menteri itu.
Beberapa ekor simpanse terlihat di tepi parit di Pusat Konservasi Pendidikan Satwa Liar Uganda (Uganda Wildlife Education Conservation Center/UWEC) di Entebbe, Uganda, pada 14 Juli 2023. (Xinhua/Nicholas Kajoba)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Model AI bantu inventarisasi fasilitas PLTB dan PLTS di China
Indonesia
•
23 May 2026

Teknologi EMG sukses uji orbit, jadi langkah besar untuk bangun rumah sakit antariksa
Indonesia
•
01 Jul 2026

NASA tetapkan uji terbang berawak Starliner milik Boeing sebagai kecelakaan level tertinggi
Indonesia
•
21 Feb 2026

Coca-Cola akan kembangkan teknologi ubah karbon dioksida jadi gula
Indonesia
•
20 Aug 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
