Kosmonaut Rusia pecahkan rekor tinggal terlama di ISS

Foto dokumentasi tak bertanggal ini menampilkan Stasiun Luar Angkasa Internasional (Xinhua).
Kosmonaut Rusia Oleg Kononenko dan Nikolai Chub mencetak rekor baru untuk misi tunggal terlama di dalam Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS), dengan menghabiskan 370 hari, 21 jam, 22 menit, dan 16 detik.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Kosmonaut Rusia Oleg Kononenko dan Nikolai Chub mencetak rekor baru untuk misi tunggal terlama di dalam Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS), kata lembaga antariksa Rusia, Roscosmos, dalam sebuah pernyataan pada Jumat (20/9).Kononenko dan Chub mematahkan rekor sebelumnya untuk masa tinggal kontinu terlama di luar angkasa dalam kerangka kerja program ISS, yang sebelumnya dicatat oleh kosmonaut Sergei Prokopyev, Dmitry Petelin, dan astronaut NASA Francisco Rubio. Ketiganya mencetak rekor terdahulu pada September 2023, dengan menghabiskan 370 hari, 21 jam, 22 menit, dan 16 detik di dalam ISS.Kononenko dan Chub, yang berangkat ke ISS pada 15 September 2023, diperkirakan akan kembali ke Bumi dengan wahana antariksa Soyuz MS-25 pada 23 September 2024, setelah menghabiskan rekor 374 hari di luar angkasa.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Sisa-sisa alkohol dan sutra berusia 5.000 tahun ditemukan di China bagian tengah
Indonesia
•
01 Oct 2021

Stasiun darat satelit beroperasi dalam segala cuaca dan sepanjang waktu di China barat laut
Indonesia
•
15 Aug 2023

Situs pemakaman Dinasti Utara jadi penemuan arkeologi terbesar di China pada 2022
Indonesia
•
28 Mar 2023

Jalur pipa CO2 akan hubungkan Jerman-Norwegia untuk simpan karbon bawah tanah
Indonesia
•
31 Aug 2022
Berita Terbaru

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026

Satelit BeiDou sediakan layanan komunikasi darurat tanpa cakupan seluler
Indonesia
•
07 Feb 2026

24.000 kematian di AS terkait dengan polusi asap karhutla
Indonesia
•
07 Feb 2026

Jumlah warga Australia pengidap demensia ‘onset’ dini akan meningkat 40 persen pada 2054
Indonesia
•
06 Feb 2026
