
Konflik Iran bikin warga Eropa Cemas, inflasi tetap tinggi, rumah tangga tertekan

Foto yang diabadikan pada 25 Februari 2025 ini menunjukkan penanda promosi diskon di sebuah toko di Wina, Austria. (Xinhua/He Canling)
Frankfurt, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Para konsumen di zona euro memperkirakan inflasi akan tetap tinggi setelah konflik di Iran memicu lonjakan tajam harga minyak dan energi, demikian menurut sebuah survei Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) yang dirilis pada Senin (1/6).
Menurut survei ekspektasi konsumen terbaru ECB, median inflasi yang dirasakan selama 12 bulan terakhir meningkat menjadi 4,0 persen pada April, naik dari 3,5 persen pada Maret.
Ekspektasi konsumen terhadap inflasi untuk 12 bulan ke depan tetap di angka 4,0 persen, yang menunjukkan bahwa rumah tangga masih melihat tekanan harga sebagai hal yang terus berlanjut.
Survei tersebut menunjukkan bahwa ketidakpastian terhadap ekspektasi inflasi untuk tahun mendatang masih berada pada tingkat yang tinggi. Harga energi melonjak tajam sejak konflik Iran dimulai pada akhir Februari, dengan konsumen merasakan dampaknya secara langsung melalui kenaikan harga bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Survei tersebut juga menunjukkan melemahnya ekspektasi pendapatan rumah tangga dan pertumbuhan. Ekspektasi pertumbuhan pendapatan nominal konsumen untuk 12 bulan ke depan turun menjadi 0,8 persen pada April, dari sebelumnya 1,2 persen yang tercatat pada Maret. Sementara itu, ekspektasi pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan tipis, turun menjadi minus 2,2 persen dari minus 2,1 persen.
Guncangan harga minyak telah mendorong inflasi zona euro menjadi 3,0 persen pada April, jauh di atas target ECB. Akibatnya, pasar keuangan memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini pada pertemuan kebijakan berikutnya.
Survei ekspektasi konsumen ECB adalah survei daring bulanan yang melibatkan sekitar 19.000 konsumen di 11 negara zona euro.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Bisnis Starbucks di Timur Tengah merugi karena permintaah melemah
Indonesia
•
02 Feb 2024

Feature – Tradisi mudik gerakkan ekonomi di Indonesia dan China
Indonesia
•
22 Apr 2026

Antisipasi kemungkinan gangguan ketenagakerjaan, Air Canada akan tangguhkan penerbangan
Indonesia
•
10 Sep 2024

Sektor energi baru China tumbuh pesat untuk capai karbon ganda
Indonesia
•
09 Aug 2022


Berita Terbaru

Rusia perpanjang larangan ekspor bensin hingga akhir 2026 demi jaga pasokan domestik
Indonesia
•
26 Jul 2026

Indonesia siap sambut era taksi udara, Whitesky pesan 60 unit eVTOL buatan China
Indonesia
•
25 Jul 2026

Intel raup pendapatan 288 triliun rupiah dalam tiga bulan, permintaan AI terus melonjak
Indonesia
•
24 Jul 2026

LiuGong resmi bangun pabrik alat berat di Karawang, penuhi kebutuhan nasional 9.000 unit per tahun
Indonesia
•
23 Jul 2026
