
Indonesia siap sambut era taksi udara, Whitesky pesan 60 unit eVTOL buatan China

Foto yang diabadikan pada 22 Juli 2026 ini menunjukkan Denon Prawiraatmadja, CEO sekaligus pendiri Whitesky Group, perusahaan operator helikopter dari Indonesia, berfoto bersama sebuah pesawat eVTOL VE25-100 dalam ajang International Advanced Air Mobility Expo 2026 di Shanghai, China timur. (Xinhua)
Shanghai, China (Xinhua/Indonesia Window) – Seiring berkembangnya ekonomi ketinggian rendah (low-altitude economy) di China, berbagai inovasi di sektor mobilitas udara mulai memperluas jangkauannya ke kawasan ASEAN.
Salah satu di antaranya adalah Volant, yang baru saja memperoleh letter of intent (LoI) untuk pengadaan 60 unit pesawat berteknologi lepas landas dan pendaratan vertikal listrik (electric vertical takeoff and landing/eVTOL) VE25-100 dari operator penerbangan Indonesia, Whitesky Group.
CEO sekaligus pendiri Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, mengatakan bahwa eVTOL buatan China mewakili kemajuan teknologi yang berpotensi mendukung transformasi layanan mobilitas udara di Indonesia.
Menurutnya, sebagai negara kepulauan dengan kebutuhan konektivitas yang terus meningkat, Indonesia membutuhkan solusi transportasi udara yang efisien, aman, dan inklusif.
Kehadiran eVTOL VE25-100 diharapkan dapat menjadi salah satu solusi inovatif dalam mendukung pengembangan ekosistem mobilitas udara masa depan di Tanah Air.
Kerja sama dengan Whitesky Group juga menjadi langkah strategis bagi Volant untuk memperluas kehadirannya di pasar Asia Tenggara, setelah sebelumnya menjalin kemitraan di Thailand.
Perusahaan tersebut menyatakan akan terus mengembangkan produknya agar sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing negara di kawasan, sehingga dapat menghadirkan solusi yang relevan bagi para pengguna.
Di sisi lain, Indonesia terus memperkuat regulasi dan ekosistem pendukung guna mendorong implementasi layanan eVTOL secara komersial.
Pelaku industri meyakini bahwa kolaborasi antara Indonesia dan China akan mempercepat pengembangan ekonomi ketinggian rendah, mendorong inovasi teknologi, serta mempererat kerja sama regional di ASEAN dalam membangun ekosistem mobilitas udara yang modern dan berkelanjutan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kamboja: RCEP berkontribusi bagi pemulihan ekonomi inklusif dan berkelanjutan
Indonesia
•
13 Sep 2022

Mata uang lokal dorong pertumbuhan kawasan industri aglomerasi Semarang
Indonesia
•
05 Feb 2026

Perekonomian China diyakini meningkat signifikan pada 2023
Indonesia
•
18 Jan 2023

Sumber bijih litium dalam jumlah signifikan ditemukan di China tengah
Indonesia
•
10 Jul 2025


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
