
Stoltenberg sebut Ukraina kuras persediaan amunisi NATO

Sejumlah tank Leopard 2 terlihat dalam demonstrasi latihan di Munster, Jerman, pada 20 Mei 2019. (Xinhua/Shan Yuqi)
Konflik di Ukraina "menghabiskan sangat banyak amunisi dan menipiskan persediaan sekutu," sementara tingkat pengeluaran amunisi Ukraina saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat produksi NATO sekarang.
Brussel, Belgia (Xinhua) – Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) perlu "meningkatkan produksi" amunisinya karena tingkat penggunaan Ukraina telah menipiskan kapasitas saat ini dan menguras persediaan yang ada, kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Senin (13/2).Konflik di Ukraina "menghabiskan sangat banyak amunisi dan menipiskan persediaan sekutu," katanya kepada wartawan menjelang pertemuan menteri pertahanan negara-negara anggota NATO."Tingkat pengeluaran amunisi Ukraina saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat produksi kami saat ini. Ini membuat industri pertahanan kami berada di bawah tekanan," katanya.Stoltenberg mengatakan waktu tunggu amunisi kaliber besar saat ini telah meningkat dari 12 bulan menjadi 28 bulan."Pesanan yang masuk hari ini baru akan tersedia dua setengah tahun kemudian. Jadi, kami perlu menggenjot produksi dan berinvestasi pada kapasitas produksi kami," ujarnya.
Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) Jens Stoltenberg berbicara dalam konferensi pers di markas besar NATO di Brussel, Belgia, pada 10 Januari 2023. (Xinhua/Zheng Huansong)
Foto dari udara yang disediakan oleh Penjaga Pantai Swedia pada 28 September 2022 ini memperlihatkan kebocoran gas di jalur pipa Nord Stream 1. (Xinhua/Penjaga Pantai Swedia)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Iran klaim tutup Selat Hormuz, AS tegaskan jalur pelayaran internasional tetap terbuka
Indonesia
•
13 Jul 2026

Analis: Diplomasi vaksin China tekan Taiwan secara internasional
Indonesia
•
07 Mar 2021

Netanyahu dukung gencatan senjata sementara jika Iran buka Selat Hormuz
Indonesia
•
08 Apr 2026

Feature – Sambut Ramadan, warga Afghanistan berjuang di tengah sanksi dan kemiskinan
Indonesia
•
18 Feb 2026


Berita Terbaru

Prancis dilanda karhutla terburuk 2026, hampir 100.000 hektare lahan hangus
Indonesia
•
26 Jul 2026

Israel gencarkan operasi militer di Tepi Barat, 80 warga Palestina ditangkap
Indonesia
•
26 Jul 2026

Jepang buang hampir 7.900 ton air terkontaminasi nuklir ke laut dalam putaran ke-21 pembuangan limbah PLTN Fukushima Daiichi
Indonesia
•
24 Jul 2026

Venezuela dari Mahkamah Pidana Internasional, tuding pengadilan internasional diskriminatif terhadap Amerika Latin dan Afrika
Indonesia
•
25 Jul 2026
