Netanyahu dukung gencatan senjata sementara jika Iran buka Selat Hormuz

Petugas tanggap darurat bekerja di lokasi serangan rudal Iran di Haifa, Israel utara, pada 6 April 2026. (Xinhua/Gil Cohen Magen)

Israel mendukung gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran, "asalkan Iran segera membuka selat (Selat Hormuz) dan menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di kawasan itu.

 

Yerusalem/Al-Quds, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Israel mendukung gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, "asalkan Iran segera membuka selat (Selat Hormuz) dan menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di kawasan itu," demikian disampaikan oleh Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu (8/4).

Namun, serangan Israel di Lebanon diperkirakan akan berlanjut, dengan kantor tersebut menyatakan bahwa gencatan senjata selama dua pekan itu "tidak mencakup Lebanon."

Israel dan Hizbullah terlibat baku tembak mematikan sejak 3 Maret, dengan Israel melakukan pengeboman skala besar di Lebanon selatan dan Beirut, bersamaan dengan serangan darat di bagian selatan.

"Israel juga mendukung upaya AS untuk memastikan bahwa Iran tidak lagi menimbulkan ancaman nuklir, rudal, dan teror bagi AS, Israel, negara-negara Arab tetangga Iran, dan dunia," menurut kantor tersebut.

"AS telah memberi tahu Israel bahwa pihaknya berkomitmen untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, yang diyakini bersama oleh AS, Israel, dan sekutu regional Israel, dalam negosiasi mendatang," imbuh pernyataan itu.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait