
Tim peneliti petakan komposisi kimiawi permukaan Bulan

Foto kombinasi ini menunjukkan mikrograf yang terpolarisasi melintang dari berbagai partikel tanah Bulan yang dipajang dalam sebuah pameran bertema pencapaian penelitian tanah Bulan di Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China di Hefei, Provinsi Anhui, China timur, pada 19 April 2023. (Xinhua)
Komposisi kimia permukaan Bulan sangat penting untuk mengungkap karakteristik petrologi guna memahami evolusi Bulan.
Changchun, China (Xinhua) – Tim penelitian yang dipimpin oleh sejumlah ilmuwan China telah memetakan komposisi kimia permukaan Bulan dengan presisi yang tinggi, memberikan data utama bagi studi evolusi Bulan.Kandungan kimia permukaan Bulan sangat penting untuk mengungkap karakteristik petrologi guna memahami evolusi Bulan.Pemetaan kimiawi saat ini yang didasarkan pada sampel Bulan yang dikumpulkan oleh Apollo dan Luna hanya mengungkap evolusi Bulan pada 3 miliar tahun silam, melewatkan periode akhir yang sangat penting.Namun, sampel Bulan yang dibawa pulang oleh misi Chang'e 5 China terbukti membawa informasi perihal aktivitas vulkanik muda sekitar 2 miliar tahun silam dan memiliki komposisi material yang khas.
Seorang pengunjung mengamati sampel bulan yang dibawa kembali oleh wahana penjelajah Chang'e-5 China di Museum Nasional China di Beijing, ibu kota China, pada 18 April 2021. (Xinhua/Yin Dongxun)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Studi: Vitamin D hentikan peradangan paru pada pasien
Indonesia
•
28 Nov 2021

Fosil rumput laut milyaran tahun mungkin leluhur tanaman darat
Indonesia
•
25 Feb 2020

China lampaui AS dalam penerbitan makalah akademis paling berpengaruh
Indonesia
•
02 Oct 2023

Juni 2025 jadi bulan juni terpanas ketiga dalam sejarah dunia
Indonesia
•
10 Jul 2025


Berita Terbaru

OpenAI akan tutup aplikasi video Sora
Indonesia
•
25 Mar 2026

Tes darah kini mampu deteksi kanker stadium dini menggunakan 4 protein utama
Indonesia
•
25 Mar 2026

Lab fisika partikel di Jenewa jadi yang pertama di dunia lakukan pemindahan antimateri
Indonesia
•
25 Mar 2026

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026
