
Pemerintah Irak berupaya akhiri keberadaan koalisi pimpinan AS

Orang-orang menghabiskan waktu di Jalan al-Mutanabbi saat Ramadan di Baghdad, Irak, pada 3 April 2023. (Xinhua/Khalil Dawood)
Koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat di Irak akan segera diakhiri sehubungan dengan tampilnya pasukan negara Timur Tengah ini yang cakap.
Baghdad, Irak (Xinhua) – Perdana Menteri (PM) Irak Mohammed Shia' al-Sudani pada Kamis (28/12) mengatakan bahwa pemerintahannya sedang berupaya untuk mengakhiri keberadaan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) di negara tersebut.Al-Sudani menyampaikan pernyataannya dalam konferensi pers gabungan bersama PM Spanyol Pedro Sanchez, yang melakukan kunjungan resmi ke negara tersebut untuk membahas hubungan bilateral dan beberapa isu regional.Al-Sudani mengungkapkan kepada wartawan bahwa dalam pertemuannya dengan Sanchez, mereka membahas secara terperinci status koalisi internasional itu. Spanyol merupakan bagian dari koalisi tersebut."Pemerintah Irak sedang dalam proses untuk menata ulang hubungan dengan koalisi internasional sehubungan dengan tampilnya pasukan Irak yang cakap," kata PM Irak itu, seraya menekankan bahwa "pemerintah Irak sedang berupaya untuk mengakhiri keberadaan kekuatan koalisi internasional, yang meliputi penasihat keamanan yang mendukung pasukan keamanan di bidang pelatihan, konsultasi, dan kerja sama intelijen."Dalam pertemuan mereka, kedua pemimpin sepakat untuk memulai upaya bersama guna menyelesaikan perjanjian kemitraan strategis antara kedua negara, ujar al-Sudani, seraya menambahkan bahwa mereka juga membahas kerja sama di bidang keamanan, kebudayaan, lingkungan hidup, dan pembangunan berkelanjutan.Al-Sudani menekankan bahwa kunjungan PM Spanyol berlangsung di tengah situasi sulit yang terjadi di Timur Tengah, dengan serangan besar-besaran di Gaza dan wilayah-wilayah Palestina yang diduduki. Dia mengapresiasi peran dan "sikap berani Spanyol dalam mengecam serangan-serangan ini."Sementara itu, Sanchez menyampaikan keinginan negaranya untuk mengembangkan hubungan dengan Irak, khususnya di bidang transportasi, pertahanan, pendidikan, dan penanganan perubahan iklim.PM Spanyol itu juga menggelar pertemuan dengan Presiden Irak Abdul Latif Rashid, di mana kedua belah pihak membahas cara-cara untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama bilateral, serta perlunya menghentikan serangan dan pengeboman di Jalur Gaza dan kota-kota lainnya di Palestina, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor kepresidenan negara itu.Spanyol merupakan bagian dari koalisi internasional pimpinan AS yang bertugas melatih dan memberi masukan kepada pasukan keamanan Irak dalam perjuangan mereka melawan kelompok ISIS.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Intelijen AS sebut Iran masih pertahankan kapasitas serangan signifikan
Indonesia
•
03 Apr 2026

IAEA: Situasi keamanan PLTN Zaporizhzhia "memburuk"
Indonesia
•
20 Aug 2024

Irak bisa tingkatkan produksi minyak 200.000 barel/hari tahun ini jika diminta
Indonesia
•
24 Jul 2022

Dewan Keamanan PBB perluas mandat Misi Verifikasi PBB di Kolombia
Indonesia
•
03 Aug 2023


Berita Terbaru

Serangan terhadap pemukim di Tepi Barat tembus 1.000 kasus tahun ini
Indonesia
•
13 Jun 2026

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol divonis 30 tahun penjara dalam kasus pengkhianatan negara
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran pastikan perundingan damai dengan AS masuki tahap akhir
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran laporkan 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai
Indonesia
•
11 Jun 2026
