
PM Trudeau tampik gagasan Trump gabungkan Kanada ke AS

Gambar tangkapan layar dari sebuah video ini menunjukkan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berbicara di hadapan media di Ottawa, Kanada, pada 6 Januari 2025. (Xinhua/Mick Gzowski)
Keinginan presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump untuk menggabungkan Kanada ke dalam AS dengan menggunakan "kekuatan ekonomi" ditampik PM Justin Trudeau.
Ottawa, Kanada (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau pada Selasa (7/1) menampik keinginan presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam menggunakan "kekuatan ekonomi" untuk menggabungkan Kanada ke dalam AS."Tidak ada peluang sekecil apa pun bahwa Kanada akan menjadi bagian dari AS," tulis Trudeau dalam akun media sosialnya."Pekerja dan masyarakat di kedua negara kita memperoleh manfaat sebagai mitra dagang dan keamanan terbesar satu sama lain," ujar sang PM lebih lanjut.Trump pada Selasa menyampaikan bahwa dirinya terbuka untuk menggunakan "kekuatan ekonomi" guna mencaplok Kanada.Trump, yang berbicara dalam sebuah konferensi pers di Mar-a-Lago, juga menolak untuk mengesampingkan penggunaan kekuatan militer guna menguasai Terusan Panama dan Greenland.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China, Jepang peringati 45 tahun Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan tahun ini
Indonesia
•
05 Apr 2023

Trump sebut AS "belum siap" akhiri konflik dengan Iran
Indonesia
•
18 Mar 2026

Sekjen PBB serukan keberlanjutan kesepakatan biji-bijian Laut Hitam
Indonesia
•
21 Jun 2023

Aksi penembakan di dekat Gedung Putih, satu tersangka tewas dan satu warga terkena tembakan
Indonesia
•
24 May 2026


Berita Terbaru

Mesir dan Yaman tolak ‘militerisasi’ Laut Merah
Indonesia
•
25 May 2026

5 hingga 7 Pasien di Gaza berada di ambang kematian setiap hari akibat keterlambatan akses pengobatan di luar negeri
Indonesia
•
25 May 2026

Pria misterius semprot zat tak dikenal di Tokyo, sekitar 20 orang laporkan gejala penyakit
Indonesia
•
25 May 2026

Lebih dari 900 kasus suspek teridentifikasi dalam penanganan Ebola di RD Kongo
Indonesia
•
25 May 2026
