Katalog keanekaragaman hayati China berisi 162.717 spesies dan infraspesies, termasuk capung dan cacing tanah

Seekor monyet berhidung pesek (snub-nosed monkey) terlihat di Cagar Alam Nasional Gunung Salju Baima di Provinsi Yunnan, China barat daya, pada 10 Maret 2025. (Xinhua/Hu Chao)
Katalog spesies biologi di China edisi 2025 mencantumkan 895 spesies dan infraspesies capung, bersama dengan 405 spesies dan infraspesies cacing tanah.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) meluncurkan katalog spesies biologi di China edisi 2025 pada Kamis (22/5), mendokumentasikan total 162.717 spesies dan infraspesies, termasuk capung dan cacing tanah untuk pertama kalinya."Keanekaragaman hayati merupakan landasan bagi pembangunan berkelanjutan, dan katalog spesies mencerminkan kekayaan sumber daya biologis di sebuah negara atau kawasan," ujar Wakil Direktur sekaligus Sekretaris Jenderal Komite Keanekaragaman Hayati CAS Ma Keping.Ma menekankan katalog itu bertujuan untuk menjelaskan "inventori" keanekaragaman hayati di China serta memajukan studi dan langkah perlindungan terkait.Edisi 2025 ini menambahkan 7.353 spesies dan infraspesies dibandingkan dengan versi 2024. Secara spesifik, dunia hewan mencatat penambahan 4.994 spesies dan 470 infraspesies baru, sementara dunia tumbuhan menambahkan 458 spesies namun menghapus lima infraspesies. Dunia jamur bertambah sebanyak 1.405 spesies dan 31 infraspesies.Tonggak signifikan pada edisi tahun ini adalah dicantumkannya capung dan cacing tanah, sehingga mengisi kekosongan yang sebelumnya tercatat di kelompok tersebut dalam katalog itu. Katalog itu kini mencantumkan 895 spesies dan infraspesies capung, bersama dengan 405 spesies dan infraspesies cacing tanah.Sejak 2008, pihak komite telah menyusun dan memperbarui katalog tersebut setiap tahunnya.Ma menuturkan upaya di masa mendatang akan fokus pada kemajuan digital untuk meningkatkan integrasi dan berbagi data spesies, memberikan dukungan yang lebih akurat bagi perlindungan keanekaragaman hayati di seluruh dunia.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Ilmuwan: Antibodi dapat ditransfer dari ibu ke bayi
Indonesia
•
04 Apr 2021

Tim peneliti China kembangkan sutra artifisial super kuat
Indonesia
•
29 Oct 2022

Inovasi jadi agenda pada forum iklim internasional di Wina, Austria
Indonesia
•
03 Nov 2023

Studi: Kepunahan dinosaurus dimulai 2 juta tahun lebih awal dari yang diyakini sebelumnya
Indonesia
•
24 Sep 2022
Berita Terbaru

Stasiun Mohe, stasiun penerima data satelit paling utara di China
Indonesia
•
30 Jan 2026

Ilmuwan kembangkan kristal baru, capai terobosan dalam ‘output’ laser ultraviolet vakum
Indonesia
•
30 Jan 2026

Tim ilmuwan manfaatkan baterai kuantum untuk jadi pemasok daya super bagi komputer kuantum
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Ekspedisi China ungkap fenomena bukaan es di Antarktika
Indonesia
•
30 Jan 2026
