Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS

Foto yang diabadikan pada 19 September 2024 ini menunjukkan pusat komputasi super nasional di Changsha, Provinsi Hunan, China tengah. (Xinhua/Su Xiaozhou)

Shenzhen, China (Xinhua/Indonesia Window) – Superkomputer LineShine yang dikembangkan di dalam negeri oleh China memuncaki daftar TOP500 terbaru dengan kinerja presisi ganda berkelanjutan 2,198 EFLOPS.

Hal ini menjadikannya superkomputer pertama di dunia yang mampu mempertahankan lebih dari 2 EFLOPS pada tolok ukur High Performance Linpack (HPL), menurut Pusat Komputasi Super Nasional di Shenzhen, China selatan.

Pencapaian tersebut menandai terobosan besar dalam konvergensi antara komputasi super dan komputasi cerdas (intelligent computing), dua bidang yang selama ini mengandalkan perangkat keras serta kebutuhan presisi yang berbeda.

Secara tradisional, komputasi super terutama mengandalkan operasi bilangan titik mengambang (floating-point) presisi ganda untuk aplikasi ilmiah seperti pemodelan fisika dan simulasi rekayasa, sementara komputasi cerdas menggunakan operasi berpresisi rendah atau bilangan bulat untuk pelatihan dan inferensi model. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua disiplin tersebut semakin bergerak menuju integrasi.

Pendekatan konvensional dalam integrasi perangkat keras selama ini mengandalkan arsitektur heterogen CPU-GPU, di mana CPU bertugas menangani penjadwalan dan kontrol, sementara GPU mempercepat komputasi. Namun, model ini menghadapi kendala dari tingginya biaya transfer data, kompleksitas pemrograman, serta pemanfaatan sumber daya perangkat keras yang belum optimal.

LineShine mengadopsi pendekatan berbeda, dengan arsitektur ‘Akselerasi Daring’ yang seluruhnya berbasis CPU (all-CPU) yang menjadi pelopor. Dengan menanamkan unit akselerasi matriks AI langsung ke dalam prosesor yang dirancang di dalam negeri, sistem ini memungkinkan CPU menjalankan tugas-tugas kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara efisien tanpa bergantung pada GPU, sehingga mengurangi hambatan transfer data antara CPU dan GPU yang lazim terjadi pada arsitektur heterogen.

Di luar prosesor tersebut, LineShine menggabungkan inovasi skala besar di bidang jaringan, penyimpanan, sistem, dan efisiensi energi. Hasilnya adalah terobosan ganda dalam kinerja komputasi tingkat atas dan pengerahan aplikasi dunia nyata yang luas, memberikan solusi yang benar-benar layak untuk konvergensi komputasi super dan komputasi cerdas, kata Lu Yutong, kepala perancang LineShine sekaligus direktur Pusat Komputasi Super Nasional di Shenzhen.

Dalam hal infrastruktur untuk komputasi cerdas ilmiah dan rekayasa, LineShine telah mendukung berbagai aplikasi di bidang ilmu atmosfer dan kelautan, simulasi teknik, ilmu material, penemuan obat, ilmu otak, AI ilmiah, serta inferensi model besar (large model). Demikian ujar Wakil Direktur Federasi Komputer Shenzhen, Lei Kai, kepada Xinhua.

Daftar TOP500 dirilis dua kali dalam setahun.

Superkomputer China telah beberapa kali memuncaki daftar tersebut. Tianhe-1 pertama kali meraih posisi teratas pada 2010; Tianhe-2 mempertahankan peringkat teratas selama enam edisi berturut-turut dari 2013 hingga 2015; dan Sunway TaihuLight menduduki puncak daftar sebanyak empat kali dari 2016 hingga 2017. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait