
Peneliti China temukan senyawa antidepresan potensial yang bekerja cepat

Seorang pengunjung mengamati benda pameran dalam pratinjau media pameran yang terinspirasi oleh kesehatan mental bertajuk "MENTAL: Colors of Wellbeing" yang digelar di ArtScience Museum Singapura pada 1 September 2022. (Xinhua/Then Chih Wey)
Obat antidepresan saat ini menargetkan pengangkut serotonin (serotonin transporters/SERT), sekelompok protein yang mengangkut serotonin untuk meningkatkan kadar serotonin pada otak dan memiliki efek antidepresan.
Nanjing, China (Xinhua) – Para peneliti China mengembangkan senyawa antidepresan baru yang dapat bekerja jauh lebih cepat dibandingkan dengan pengobatan depresi saat ini dalam uji coba pada hewan.Serotonin merupakan senyawa pengantar pesan kimia yang disebut sebagai neurotransmitter untuk menyampaikan pesan dari satu area otak ke area lainnya, menstabilkan suasana hati, perasaan bahagia, dan kesejahteraan. Sebagian besar obat antidepresan saat ini menargetkan pengangkut serotonin (serotonin transporters/SERT), sekelompok protein yang mengangkut serotonin untuk meningkatkan kadar serotonin pada otak dan memiliki efek antidepresan.Namun, obat yang menargetkan SERT dapat memiliki efek samping, termasuk bunuh diri. Dan bisa memakan waktu hingga empat pekan untuk mendapatkan efeknya. Ada kebutuhan untuk mengembangkan obat antidepresan yang bereaksi cepat tanpa dampak yang serius.Dalam edisi terbaru jurnal Science, para peneliti dari Universitas Kedokteran Nanjing di China melaporkan bahwa peningkatan interaksi antara SERT dan enzim bernama nNOS dapat menyebabkan perilaku depresi pada tikus. Tikus depresi akibat stres juga mengalami peningkatan level interaksi SERT-nNOS.Mereka merancang dan menyintesis senyawa molekul kecil bernama ZZL-7 untuk menargetkan interaksi SERT-nNOS. Senyawa tersebut memiliki efek antidepresan selama dua jam pasca pengobatan tanpa efek samping yang tidak diinginkan pada tikus.Para peneliti menjelaskan bahwa mengganggu interaksi SERT-nNOS dapat meningkatkan persinyalan serotonin pada otak depan, yang merupakan bagian terbesar dari otak. Sementara itu, interaksi SERT-nNOS sebagian besar terletak di bagian batang otak. Oleh karena itu, efek ZZL-7 bersifat selektif, yang tidak akan memengaruhi bagian lainnya dari otak dan menghindari kemungkinan efek samping.Para peneliti mengatakan bahwa senyawa itu dapat berfungsi sebagai pengobatan baru untuk depresi yang bekerja cepat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ahli kembangkan teknologi antarmuka otak-komputer untuk identifikasi batas-batas tumor otak
Indonesia
•
08 Sep 2025

Studi: Pembakaran terkendali justru memperparah kebakaran hutan di Australia
Indonesia
•
25 Jan 2024

Menhan Rusia tekankan pembangunan kekuatan nuklir strategis
Indonesia
•
01 Dec 2022

Studi sebut paparan cahaya buatan di malam hari berpotensi picu depresi
Indonesia
•
23 Jun 2025


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
