
Karang terbesar di dunia ditemukan di Samudra Pasifik barat daya

Foto dokumentasi ini menunjukkan karang pembentuk terumbu karang dalam pertumbuhan normal di Nansha Qundao, China. (Xinhua)
Karang terbesar di dunia ditemukan di Samudra Pasifik bagian barat daya, terdiri dari jaringan hampir 1 miliar polip, makhluk kecil individu, dan diperkirakan berusia 300-500 tahun.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Para ilmuwan menemukan karang terbesar yang diketahui di dunia di Samudra Pasifik bagian barat daya.Karang yang memiliki lebar 34 meter, panjang 32 meter, dan tinggi 5,5 meter ini ditemukan di gugusan pulau Three Sisters, Kepulauan Solomon, oleh ilmuwan kelautan dari tim Pristine Seas National Geographic.Karang yang berdiri sendiri itu terdiri dari jaringan hampir 1 miliar polip, makhluk kecil individu, dan diperkirakan berusia 300-500 tahun, kata para peneliti.Enric Sala, selaku pihak National Geographic Explorer in Residence, menggambarkan penemuan ini sebagai penemuan ilmiah yang signifikan.Tim tersebut mengatakan bahwa karang tersebut dalam kondisi sehat, tetapi memperingatkan bahwa karang tersebut rentan terhadap dampak pemanasan global."Ada alasan untuk khawatir. Meskipun lokasinya terpencil, karang ini tidak aman dari pemanasan global dan ancaman manusia lainnya," kata Sala.
Foto yang dimuat di dalam laporan bertajuk 'Laporan Investigasi dan Pengkajian Status Ekologi dan Lingkungan Laut Huangyan Dao' (The Investigation and Assessment Report on Marine Ecology and Environment Status of Huangyan Dao) ini menunjukkan kerang raksasa di laguna Huangyan Dao. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China buat himpunan data sumber daya galur mikroba untuk fermentasi kopi
Indonesia
•
01 Feb 2024

China luncurkan model AI pertama untuk analisis dampak cuaca terhadap pasar saham
Indonesia
•
14 Jan 2026

Lahan basah di China barat laut jadi surga bagi burung migran
Indonesia
•
02 Sep 2022

Satelit Fengyun-3F China mulai layanan operasional
Indonesia
•
02 Jul 2024


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
