
Reruntuhan rumah berusia 5.000 tahun ditemukan di China tengah

Foto yang diabadikan pada 17 Oktober 2021 ini menunjukkan pintu masuk Museum Kebudayaan Yangshao di kawasan arkeologis nasional Desa Yangshao di wilayah Mianchi, Provinsi Henan, China tengah. (Xinhua/Li He)
Kebudayaan Yangshao (5.000 – 3.000 tahun Sebelum Masehi) yang berasal dari sekitar bagian tengah Sungai Kuning dianggap sebagai arus penting peradaban China dan dikenal luas karena teknologi pembuatan tembikarnya yang terbilang maju.
Zhengzhou, China (Xinhua) – Para arkeolog berhasil menggali reruntuhan fondasi rumah berusia lebih dari 5.000 tahun di situs arkeologi Desa Yangshao di Provinsi Henan, China tengah.Rumah itu dahulu merupakan bangunan besar dengan dinding tanah yang dimampatkan (rammed earth) dan diperkirakan mencakup area seluas lebih dari 130 meter persegi. Sesuai spekulasi awal, rumah itu berasal dari periode terakhir Kebudayaan Yangshao, kata Li Shiwei dari Institut Warisan Budaya dan Arkeologi Provinsi Henan, yang bertanggung jawab atas situs penggalian tersebut."Ini merupakan pertama kalinya reruntuhan rumah berukuran besar ditemukan sejak penggalian situs Desa Yangshao dimulai pada 1921. Temuan tersebut dapat memberikan bahan baru dalam mempelajari jenis, bentuk, dan teknik pembangunan rumah pada masa Kebudayaan Yangshao," kata Li.Para arkeolog juga menemukan empat parit buatan dan sejumlah besar peninggalan budaya di situs tersebut, termasuk sebuah kapak giok yang melambangkan kekuatan militer.Penemuan itu menunjukkan bahwa permukiman pada periode Yangshao memiliki populasi yang besar, pembangunan yang makmur dan fasilitas pertahanan yang lengkap, kata Li, seraya menambahkan bahwa sangat penting untuk mempelajari kompleksitas dan proses peradaban di lembah Sungai Kuning selama periode prasejarah.Pada 1921, penggalian pertama di situs Desa Yangshao, yang berada di wilayah Mianchi, Provinsi Henan, menandai lahirnya arkeologi China modern.Berasal dari sekitar bagian tengah Sungai Kuning, Kebudayaan Yangshao dianggap sebagai arus penting peradaban China dan dikenal luas karena teknologi pembuatan tembikarnya yang terbilang maju.Penggalian arkeologi keempat di situs Desa Yangshao dimulai pada 22 Agustus 2020, dan masih terus berlanjut hingga saat ini.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pesawat luar angkasa Tianwen-1 China masuki orbit sekitar Mars
Indonesia
•
11 Feb 2021

Model besar ‘AI text-to-video’ yang dikembangkan China diluncurkan di Beijing
Indonesia
•
29 Apr 2024

800 perusahaan Taiwan pasok teknologi mobil listrik dunia
Indonesia
•
24 Mar 2021

Taikonaut Shenzhou-15 akan lakukan ‘spacewalk’ pertama mereka
Indonesia
•
09 Feb 2023


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
