Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun

Orang-orang mengamati sebuah model Tokamak Superkonduktor Eksperimental Plasma Bakar (Burning Plasma Experimental Superconducting Tokamak/BEST) dalam Konferensi Teknologi dan Industri Energi Fusi (Fusion Energy Technology and Industry Conference) 2026 di Hefei, Provinsi Anhui, China timur, pada 16 Januari 2026. (Xinhua/Zhou Mu)

Kapasitas tenaga nuklir global yang sedang dibangun telah mencapai sekitar 70 gigawatt, level tertinggi dalam empat dekade, menandakan kebangkitan yang signifikan dalam energi nuklir.

 

Istanbul, Turkiye (Xinhua/Indonesia Window) – Kapasitas tenaga nuklir global yang sedang dibangun telah mencapai sekitar 70 gigawatt, level tertinggi dalam empat dekade, menandakan kebangkitan yang signifikan dalam energi nuklir, demikian disampaikan Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) Fatih Birol di Istanbul, Turkiye, pada Kamis (12/3).

Birol menyampaikan dalam sebuah taklimat pers bahwa energi terbarukan dan tenaga nuklir akan menjadi dua pilar utama energi bersih. Dia juga mengatakan tenaga nuklir tetap sangat diperlukan sebagai sumber energi yang andal dan dapat beroperasi sepanjang waktu.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Urbanisasi, dan Perubahan Iklim Turkiye Murat Kurum mengatakan dalam taklimat pers yang sama bahwa konflik geopolitik memperlihatkan kerentanan dalam rantai pasokan energi global, membawa ketahanan energi kembali menjadi prioritas utama dalam strategi nasional.

IEA memiliki 32 negara anggota dan 13 negara asosiasi yang mewakili sekitar 75 persen dari permintaan energi global.

Pada Rabu (11/3), Birol mengatakan bahwa di tengah konflik Timur Tengah, ke-32 negara anggota tersebut secara bulat sepakat untuk melepas 400 juta barel minyak ke pasar dari cadangan darurat mereka. Langkah ini menjadi tindakan terkoordinasi terbesar dalam sejarah badan tersebut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait