
Penelitian Australia tidak temukan kaitan antara ponsel dengan berbagai jenis kanker

Ilustrasi. (Gilles Lambert on Unsplash)
Paparan gelombang radio dari ponsel tidak memiliki keterkaitan dengan berbagai jenis kanker, termasuk leukemia, limfoma, serta kanker tiroid dan rongga mulut.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Penelitian yang dipimpin oleh badan keselamatan nuklir dan radiasi Australia tidak menemukan keterkaitan antara penggunaan ponsel dan berbagai jenis kanker.Penelitian yang diprakarsai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan diterbitkan pada Selasa (4/2) ini tidak menemukan hubungan antara paparan gelombang radio dari ponsel dengan berbagai jenis kanker, termasuk leukemia, limfoma, serta kanker tiroid dan rongga mulut.Ini merupakan tinjauan sistematis kedua yang diprakarsai WHO dan dilakukan oleh Badan Perlindungan Radiasi dan Keselamatan Nuklir Australia (Australian Radiation Protection and Nuclear Safety Agency/ARPANSA).Tinjauan pertama, yang diterbitkan pada September 2024, mengeksplorasi hubungan antara penggunaan ponsel dengan kanker otak dan kanker kepala lainnya, dan tidak menemukan adanya hubungan.Ken Karipidis, penulis utama kedua studi tersebut sekaligus asisten direktur divisi Penilaian Dampak Kesehatan di ARPANSA, mengatakan bahwa penelitian baru ini menilai semua bukti yang tersedia tentang hubungan antara ponsel, menara ponsel, dan kanker.Dia mengatakan bahwa para peneliti tidak menemukan hubungan antara paparan gelombang radio dan berbagai jenis kanker, tetapi tim itu tidak dapat memastikan hasil tersebut jika dibandingkan dengan tinjauan tentang kanker otak."Hal ini dikarenakan belum tersedianya banyak bukti yang menunjukkan hubungan antara kanker ini dengan paparan gelombang radio dari teknologi nirkabel," kata Karipidis.Rohan Mate, seorang ilmuwan ARPANSA yang berkontribusi dalam penelitian itu, mengatakan bahwa temuan ini akan "menambah pengetahuan yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang teknologi nirkabel dan kanker".Kedua tinjauan sistematis itu akan menginformasikan penilaian terbaru tentang efek kesehatan dari paparan gelombang radio yang saat ini sedang dipersiapkan oleh WHO.WHO menyebut bahwa kanker merupakan penyebab kematian kedua secara global, yang menyebabkan sekitar 9,6 juta kematian, atau 1 dari 6 kematian, pada tahun 2018. Kanker paru-paru, prostat, kolorektal, lambung, dan hati merupakan jenis kanker yang paling umum pada pria, sedangkan kanker payudara, kolorektal, paru-paru, serviks, dan tiroid merupakan jenis kanker yang paling umum ditemukan pada wanita.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Menilik pengibaran bendera China yang terbuat dari ‘batu’ di Bulan
Indonesia
•
07 Jun 2024

Studi baru kaitkan hilangnya es laut Arktika dengan cuaca dingin ekstrem
Indonesia
•
11 Apr 2023

‘Bengkel’ giok dan batu berusia lebih dari 3.400 tahun ditemukan di Reruntuhan Sanxingdui, China
Indonesia
•
24 Jul 2024

Obat berbasis tembaga terbukti kurangi protein beracun Alzheimer, tingkatkan memori spasial
Indonesia
•
16 Jun 2026


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
