
Berlin akan hidupkan kembali proyek kereta maglev

Foto dari udara yang diabadikan pada 20 Juli 2021 ini menunjukkan sistem transportasi maglev baru China di Qingdao, Provinsi Shandong, China timur. (Xinhua/Li Ziheng)
Operasi kereta levitasi magnetik (magnetic-levitation/maglev) terakhir di Berlin berakhir dengan reunifikasi Jerman pada 1991.
Berlin, Jerman (Xinhua) – Pemerintah kota Berlin, Jerman, berencana menguji coba kereta levitasi magnetik (magnetic-levitation/maglev) untuk angkutan penumpang dan barang, seperti dilansir media lokal pada Senin (20/11). Transportasi jenis ini terakhir digunakan di ibu kota itu lebih dari 30 tahun lalu.Proyek percontohan sepanjang lima kilometer ini diperkirakan akan menelan biaya hingga 85 juta euro, lapor surat kabar Tagesspiegel dan Berliner Morgenpost.Menurut Dirk Stettner, ketua kelompok parlemen Christian Democratic Union (CDU) di Berlin, pembangunan kereta maglev akan relatif murah dan dapat direalisasikan jauh lebih cepat dibandingkan jalur kereta bawah tanah. Mengingat kurangnya pekerja terampil, keuntungan lainnya adalah kereta ini dapat dioperasikan tanpa masinis.
Sebuah kereta maglev melaju menuju Stasiun Jalan Longyang di Shanghai, China timur, pada 26 April 2006. Kereta maglev Shanghai sepanjang 30 kilometer lulus pemeriksaan setelah melewati masa operasi uji coba komersial selama dua tahun. (Xinhua/Chen Fei)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Foil tembaga baru gabungkan kekuatan, konduktivitas, dan stabilitas termal
Indonesia
•
18 Apr 2026

Sektor pengguna energi penyumbang terbesar emisi karbon Indonesia
Indonesia
•
13 Dec 2019

Ilmuwan dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Beijing, lakukan ‘hackathon’ pemodelan Bumi
Indonesia
•
19 May 2025

Gurun pasir terluas di China sepenuhnya dikelilingi oleh sabuk hijau
Indonesia
•
30 Nov 2024


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
