
Trump isyaratkan AS dapat "segera" ambil tindakan terhadap target Venezuela melalui jalur darat

Foto yang diabadikan pada 9 November 2013 ini menunjukkan upacara pemberian nama (christening ceremony) untuk kapal induk USS Gerald R. Ford (CVN 78) di galangan kapal Huntington-Ingalls Industries Newport News di Virginia, Amerika Serikat. (Xinhua/Zhang Jun)
Jaringan perdagangan narkoba Venezuela menjadi target militer AS yang telah ditempatkan di Karibia selama lebih dari tiga dekade.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (27/11) mengisyaratkan bahwa AS dapat "segera" mengambil tindakan untuk menyasar jaringan perdagangan narkoba di Venezuela melalui jalur darat.Dalam pernyataannya pada Hari Thanksgiving di hadapan pasukan AS, Trump mengucapkan terima kasih kepada unit 7th Bomb Wing Angkatan Udara AS atas upaya mereka dalam "menghalau pengedar narkoba Venezuela," dan mengatakan bahwa "sekitar 85 persen dihentikan melalui (jalur) laut ... dan kami akan mulai menghentikan mereka melalui (jalur) darat.""Selain itu, (jalur) darat lebih mudah, dan itu akan segera dimulai," imbuh Trump, saat berbicara dari kediamannya di Mar-a-Lago.Trump juga menuturkan bahwa dirinya masih dapat melakukan pembicaraan dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang mengisyaratkan potensi solusi diplomatik, meski peningkatan militer AS di Karibia telah mencapai skala terbesarnya dalam lebih dari tiga dekade.Sejak awal September, Pentagon telah melancarkan lebih dari 20 serangan yang diketahui terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di Karibia dan Pasifik Timur, menewaskan lebih dari 80 orang di luar negeri.USS Gerald R. Ford, sebuah kapal induk utama, tiba di Karibia sebelumnya pada bulan ini. Kedatangan kapal itu semakin mengintensifkan kehadiran militer AS di kawasan tersebut, yang belum pernah terjadi selama setidaknya tiga dekade.Sebelumnya pada bulan ini, pemerintahan Trump juga menetapkan Cartel de los Soles, kelompok yang menurut Washington dikelola oleh Maduro, sebagai organisasi teroris asing.Pemerintah Venezuela mengatakan organisasi itu "tidak ada" dan menyebut langkah AS itu sebagai "kebohongan kejam."Maduro juga membantah memiliki keterkaitan dengan perdagangan narkoba, seraya menuding AS telah "merekayasa" perang yang bertujuan untuk mengubah rezim di negaranya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Singapura kirim tim ke AS bantu investigasi runtuhnya jembatan Baltimore
Indonesia
•
31 Mar 2024

Ribuan warga Yordania gelar protes pembunuhan warga Palestina oleh Israel
Indonesia
•
28 Jan 2023

Senator AS Bob Menendez terbukti bersalah dalam kasus korupsi
Indonesia
•
17 Jul 2024

Latihan maritim gabungan China-Rusia rampung digelar
Indonesia
•
18 Jul 2024


Berita Terbaru

AS perpanjang gencatan senjata dengan Iran
Indonesia
•
22 Apr 2026

Menteri Ketenagakerjaan AS mundur di tengah penyelidikan dugaan pelanggaran etika
Indonesia
•
21 Apr 2026

Organisasi Maritim Internasional imbau kapal-kapal di dekat Selat Hormuz untuk ekstra waspada
Indonesia
•
21 Apr 2026

Gencatan senjata AS-Iran hampir berakhir, ketegangan di Selat Hormuz bayangi perundingan
Indonesia
•
21 Apr 2026
