
Tajuk Xinhua: Jalur kereta buatan China berdayakan penduduk setempat (Bagian 2 - selesai)

Staf asal Ethiopia, Yidnekachew (kedua dari kiri) dan Taressa (pertama dari kiri), bersiap sebelum magang mereka dimulai di Zhengzhou, Provinsi Henan, China tengah, pada 5 Juni 2020. (Xinhua/Li An)
Jalur Kereta Sepur Standar (Standard Gauge Railway/SGR) Ethiopia-Djibouti sepanjang 752 kilometer, yang diluncurkan pada Oktober 2016, merupakan jalur kereta listrik lintas perbatasan pertama di Afrika.
Beijing, China (Xinhua) – Sejak Juli, Girma dan 27 rekannya telah menjalani program pelatihan selama enam bulan di Kota Zhengzhou, China tengah. Mereka menjadi peserta pelatihan angkatan kedua dari Ethiopia yang belajar di Sekolah Kejuruan dan Teknik Perkeretaapian Zhengzhou.Angkatan pertama yang terdiri dari 34 orang peserta telah sepenuhnya menguasai keterampilan mengemudi, memantau, memeriksa, dan memelihara kereta listrik setelah menjalani delapan bulan pelatihan praktik pada 2020, dan kini telah mampu mengemudikan kereta listrik secara mandiri. Setelah pulang ke negaranya, mereka dengan cepat menjadi tulang punggung Jalur Kereta Ethiopia-Djibouti.Salah satu dari 34 peserta pelatihan itu, Dejen Gezu, kini bertugas mengemudikan kereta dan melatih rekan-rekan mudanya. "Saya tahu semua yang sedang di China untuk menerima pelatihan tersebut, khususnya Anketsebirhan Girma, satu-satunya masinis kereta perempuan yang kami miliki," tuturnya."Saya bermimpi bisa mengemudikan kereta secara mandiri seperti Gezu setelah belajar di China," ujar Girma.Abdi Zenebe, CEO Ethiopia-Djibouti Standard Gauge Railway Share Company, mengatakan bahwa selama pembangunan dan pengoperasian Jalur Kereta Ethiopia-Djibouti, para pakar China telah melatih sekitar 3.000 tenaga profesional lokal tentang teknik perkeretaapian."Filosofi dan prinsip sekolah tinggi China kami sejalan dengan nilai-nilai China ... Idenya bukanlah memberi seseorang ikan, melainkan mengajari cara memancing," ujar Zenebe, mengacu pada pepatah China kuno.China telah terlibat dalam pembangunan lebih dari 6.000 kilometer jalur kereta, 6.000 kilometer jalan raya, serta lebih dari 80 fasilitas pembangkit listrik besar di Afrika selama satu dekade terakhir, menurut data resmi.Jalur Kereta Sepur Standar (Standard Gauge Railway/SGR) Ethiopia-Djibouti sepanjang 752 kilometer, yang diluncurkan pada Oktober 2016, merupakan jalur kereta listrik lintas perbatasan pertama di Afrika. Jalur kereta itu memangkas waktu pengangkutan barang dari tiga hari lebih menjadi kurang dari 20 jam serta mengurangi biaya setidaknya sepertiga, sehingga memfasilitasi impor dan ekspor negara yang terkurung daratan tersebut secara signifikan."Mengingat Ethiopia tidak memiliki laut atau pelabuhan, pengiriman barang ke dan dari Djibouti dilakukan melalui jalur darat dan sebelumnya memakan waktu beberapa hari. Jalur Kereta Ethiopia-Djibouti telah banyak memangkas waktu dan biaya. Jalur kereta ini seperti tulang punggung negara kami," ungkap Girma.Di negara tetangganya, Kenya, SGR Mombasa-Nairobi sepanjang 480 kilometer, yang diluncurkan pada pertengahan 2017, menghubungkan ibu kota negara itu dengan pelabuhan di bagian timur. Jalur kereta tersebut memangkas waktu perjalanan hingga separuhnya, dari rata-rata 10 jam menggunakan jalur kereta lama selebar 1 meter yang telah berusia seabad menjadi sekitar lima jam, sehingga meningkatkan pergerakan masyarakat maupun kargo.Lawrence Pius Murithi, seorang penyelia di departemen sarana perkeretaapian Jalur Kereta Mombasa-Nairobi, bangga memiliki karier berharga yang luput dari perhatian sebagian besar rekan-rekannya."Saya beruntung terpilih bergabung dengan SGR untuk pemeliharaan kereta penumpang," kata lulusan teknik mesin berusia 32 tahun itu. Lebih lanjut dia mengatakan telah mengasah keterampilan teknis dan manajerialnya selama enam tahun terakhir sejak bergabung dengan sejumlah kaum muda setempat yang bekerja di bidang perkeretaapian.Kondisi keuangannya membaik berkat gaji bulanan yang layak, sehingga memungkinkan dia membeli tanah di desa asalnya dan menjalankan bisnis peternakan sebagai pekerjaan sampingan."Bekerja di SGR telah meningkatkan status kehidupan saya, dan saya berharap dapat melanjutkan pendidikan saya untuk menduduki posisi manajemen level tinggi di perusahaan," tuturnya.
Instruktur China Jiang Liping (kanan) dan peserta magang Horace Owiti berjalan melewati sebuah gerbong kereta di Jalur Kereta Mombasa-Nairobi di Nairobi, Kenya, pada 23 Mei 2023. (Xinhua/Wang Guansen)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Penjualan mobil merek China di Indonesia naik 79 persen pada Q1 2026
Indonesia
•
16 Apr 2026

Bank Indonesia perkirakan inflasi tahun 2022 capai 4,2 persen
Indonesia
•
15 Jun 2022

Merek China sumbang 90 persen dari penjualan wholesale EV di Indonesia pada Januari-Juli 2024
Indonesia
•
18 Aug 2024

Wawancara – Ekonom sebut pernyataan keliru PM Takaichi akan beri pukulan keras bagi perekonomian Jepang
Indonesia
•
28 Nov 2025


Berita Terbaru

Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai
Indonesia
•
12 May 2026

Nafta langka, produsen makanan ringan terkemuka Jepang gunakan kemasan hitam-putih
Indonesia
•
12 May 2026

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026
