
China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan

Suasana di salah satu ruas jalan utama di Jakarta, pada Sabtu (9/5/2026). (Indonesia Window)
Prospek ekonomi Indonesia pada sisa tahun ini berisiko melemah, salah satunya tercermin dari indeks manajer pembelian (purchasing managers' index/PMI) manufaktur yang mengalami kontraksi pada April lalu.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Di tengah risiko perlambatan ekonomi Indonesia ke depan akibat ketegangan geopolitik global dan pelemahan sejumlah indikator ekonomi domestik, analisis terbaru dari tim ekonom Bank Central Asia (BCA) menilai China berpeluang memberikan sejumlah dorongan positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Perekonomian Indonesia berhasil tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada kuartal pertama tahun ini, terutama didorong oleh sejumlah faktor seperti tingginya belanja pemerintah hingga meningkatnya konsumsi selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Namun, prospek ekonomi pada sisa tahun ini berisiko melemah, salah satunya tercermin dari indeks manajer pembelian (purchasing managers' index/PMI) manufaktur yang mengalami kontraksi bulan lalu.
"Kondisi global yang kurang menguntungkan berarti pertumbuhan PDB Indonesia mungkin telah mencapai puncaknya pada kuartal pertama 2026. Namun, beberapa dukungan eksternal masih dapat diharapkan, seperti yang ditunjukkan oleh masuknya investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) dari China," demikian dikutip dari laporan The Focal Point BCA yang dirilis pekan lalu.
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia, nilai investasi asal China pada kuartal pertama tahun ini meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 2,2 miliar dolar AS. Pertumbuhan investasi asal China tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan FDI secara keseluruhan sebesar 8,5 persen.
*1 dolar AS = 17.375 rupiah
Sisi positif lainnya adalah investasi asal China di Indonesia kemungkinan semakin terdiversifikasi, tidak hanya terkonsentrasi di sektor hilirisasi nikel, tetapi juga merambah sektor manufaktur lainnya. Hal ini didorong oleh prospek permintaan domestik dan bea masuk yang lebih rendah untuk ekspor ke pasar Amerika Serikat.
Selain itu, investasi asal China tidak hanya membantu mendorong industrialisasi, tetapi juga menciptakan lebih banyak lapangan kerja dibandingkan investasi dari negara lain. Kalkulasi dari tim ekonom BCA menunjukkan investasi asal China menciptakan 18,4 lapangan kerja untuk setiap 1 juta dolar AS, lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara lain yang mencapai 17,3 lapangan kerja.
Di tengah pelemahan mata uang rupiah, impor murah barang-barang dari China juga dinilai turut menjaga stabilitas harga di dalam negeri, yang kemudian membantu mempertahankan tingkat konsumsi masyarakat.
Di sisi lain, kondisi pasar obligasi China yang relatif lebih stabil memberikan peluang bagi pemerintah Indonesia untuk memperoleh sumber pembiayaan untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang lebih murah. Pemerintah Indonesia telah meningkatkan penerbitan obligasi berdenominasi yuan China melalui Dim Sum Bonds dalam beberapa bulan terakhir dan berencana menerbitkan obligasi Panda Bonds bulan depan.
Meski demikian, laporan tim ekonom BCA juga menyoroti potensi risiko dari meningkatnya investasi dan impor tersebut terhadap kondisi neraca transaksi berjalan dan daya saing industri lokal.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Tradisi mudik gerakkan ekonomi di Indonesia dan China
Indonesia
•
22 Apr 2026

Bank Pembangunan China terbitkan obligasi hijau senilai 1,7 miliar dolar AS
Indonesia
•
23 Aug 2024

Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia Bogor tawarkan pendampingan tingkatkan skala bisnis UMKM
Indonesia
•
27 Jun 2025

Pejabat senior sebut BMW tolak pemisahan diri dari China
Indonesia
•
07 Sep 2023


Berita Terbaru

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026

Maskapai Eropa hadapi krisis terburuk sejak pandemi saat harga bahan bakar melonjak
Indonesia
•
07 May 2026
