
Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 28 November 2025 ini menunjukkan sejumlah wisatawan mendayung melintasi hutan basah di objek wisata Danau Qingshan di Distrik Lin'an, Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China timur. (Xinhua/Weng Xinyang)
Area hutan global menyusut lebih dari 40 juta hektare dari 2015 hingga 2025, di tengah deforestasi, perubahan iklim, kebakaran hutan, hama, dan aktivitas ilegal di seluruh dunia.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Dunia belum bergerak cukup cepat untuk mencapai Target Hutan Global (Global Forest Goals) pada 2030, menurut sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis pada Senin (11/5).
Laporan Target Hutan Global (Global Forest Goals Report) 2026 menemukan bahwa hanya tujuh dari 26 target yang secara umum telah tercapai, sementara 17 target sebagian berada di jalur yang tepat dan dua meleset dari sasaran.
Berdasarkan laporan nasional sukarela dari 48 negara yang mencakup 51 persen tutupan hutan global, serta data internasional terbaru, laporan tersebut memberikan penilaian terkini mengenai kemajuan pelaksanaan Rencana Strategis PBB untuk Hutan 2017-2030 beserta enam Target Hutan Globalnya.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa area hutan global menyusut lebih dari 40 juta hektare dari 2015 hingga 2025. Laporan itu juga menyoroti kekurangan besar dalam pendanaan untuk pengelolaan hutan berkelanjutan.
Terlepas dari kendala-kendala tersebut, banyak negara telah menerapkan reformasi kebijakan, memperluas program restorasi hutan, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan kerja sama internasional dalam bidang perlindungan hutan.
Namun, kemajuan masih belum merata di berbagai kawasan. Laporan menyebut adanya peningkatan pada area hutan lindung, perencanaan pengelolaan jangka panjang, dan sistem pemantauan hutan, tetapi memperingatkan bahwa deforestasi, perubahan iklim, kebakaran hutan, hama, dan aktivitas ilegal masih terus mengancam hutan-hutan di seluruh dunia.
Laporan tersebut menguraikan langkah-langkah untuk mempercepat aksi, termasuk menghentikan deforestasi, memulihkan lahan terdegradasi, memperluas hutan lindung dan hutan yang dikelola secara berkelanjutan, memperkuat tata kelola kehutanan, menutup kesenjangan pendanaan untuk pengelolaan hutan berkelanjutan, serta memajukan mekanisme pembiayaan inovatif.
Laporan tersebut dirilis pada pembukaan sesi ke-21 Forum PBB tentang Hutan di Markas Besar PBB, saat negara-negara anggota dan para mitra berkumpul untuk memajukan implementasi Target Hutan Global.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Nepal akan cabut larangan impor kendaraan dan produk minuman keras
Indonesia
•
07 Dec 2022

Belanja litbang sektor internet China tumbuh kuat pada Januari-Oktober 2022
Indonesia
•
05 Dec 2022

Persediaan minyak global diperkirakan meningkat, harga turun dalam dua tahun
Indonesia
•
11 Jan 2023

Panjang jalur kereta cepat di China baru dioperasikan pada 2022 capai 2.000 km
Indonesia
•
30 Jan 2023


Berita Terbaru

Nafta langka, produsen makanan ringan terkemuka Jepang gunakan kemasan hitam-putih
Indonesia
•
12 May 2026

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026
