
Iran tolak batasi pengayaan uranium, peringatkan AS tentang provokasi

Foto yang diabadikan pada 1 Februari 2026 ini menunjukkan pemandangan di Teheran, Iran. (Xinhua/Shadati)
Perundingan tak langsung antara Teheran dan Washington terbatas pada isu nuklir, sedangkan program rudal Iran dan kemampuan pertahanan lainnya tidak dapat dinegosiasikan.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Seorang ulama senior Iran pada Jumat (27/2) mengatakan bahwa Iran tidak pernah setuju untuk menghentikan pengayaan uranium dan tidak akan melakukannya, demikian menurut kantor berita semiresmi Iran, Fars.
Seyed Ahmad Khatami, pemimpin sholat Jumat sementara di Teheran, menyampaikan pernyataan tersebut saat salat di ibu kota itu. Dia menyebut penghentian pengayaan uranium sebagai "isu mustahil" yang diajukan oleh "beberapa negosiator Amerika" dan mengatakan Iran tidak akan pernah menerima "penghinaan" seperti itu.
Khatami menambahkan bahwa upaya yang digambarkannya sebagai upaya Amerika Serikat (AS) untuk memaksakan syarat-syarat akan gagal. Dia mengatakan perundingan tak langsung antara Teheran dan Washington terbatas pada isu nuklir, sedangkan program rudal Iran dan kemampuan pertahanan lainnya tidak dapat dinegosiasikan.
Komentar Khatami tersebut disampaikan setelah perundingan putaran ketiga antara AS dan Iran di Jenewa, Swiss, pada Kamis (26/2), yang digelar di tengah ketegangan yang meruncing dan peningkatan kekuatan militer AS di kawasan itu.
Secara terpisah, Abolfazl Shekarchi, juru bicara angkatan bersenjata Iran, mengatakan bahwa militer Iran sedang memantau dengan saksama pergerakan AS dan Israel, ungkap kantor berita semiresmi Iran, Tasnim.
Shekarchi menanggapi ancaman terbaru dari Presiden AS Donald Trump sebagai "pamer," dan mengatakan Iran sepenuhnya siap untuk mempertahankan diri. Shekarchi memperingatkan bahwa provokasi apa pun yang dilakukan oleh pasukan AS atau kelompok sekutunya akan mendapatkan "respons tegas." Dia menambahkan bahwa personel dan kepentingan AS di kawasan itu akan berada dalam jangkauan Iran jika terjadi konflik.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Arab Saudi setujui 6 vaksin, termasuk Sinovac
Indonesia
•
25 Aug 2021

Presiden Zambia: Penangguhan bantuan AS jadi peringatan untuk Afrika
Indonesia
•
20 Feb 2025

Populasi turun, Taipei tawarkan hadiah uang tunai kepada pengantin baru
Indonesia
•
01 Mar 2022

Jamaah kini dapat sentuh Ka'bah dan sholat di Hijr Ismail saat musim umroh dimulai
Indonesia
•
04 Aug 2022


Berita Terbaru

Serangan terhadap pemukim di Tepi Barat tembus 1.000 kasus tahun ini
Indonesia
•
13 Jun 2026

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol divonis 30 tahun penjara dalam kasus pengkhianatan negara
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran pastikan perundingan damai dengan AS masuki tahap akhir
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran laporkan 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai
Indonesia
•
11 Jun 2026
