Trump ancam hentikan pasokan senjata bagi Ukraina kecuali Eropa bergabung dengan koalisi Hormuz

Militer Iran berpatroli di Selat Hormuz di Iran selatan pada 30 April 2019. (Xinhua/Ahmad Halabisaz)

Donald Trump mengancam akan menghentikan pasokan senjata bagi Ukraina untuk menekan para sekutu Eropa agar bergabung dalam "koalisi yang bersedia" untuk membuka kembali Selat Hormuz.

 

London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghentikan pasokan senjata bagi Ukraina untuk menekan para sekutu Eropa agar bergabung dalam "koalisi yang bersedia" untuk membuka kembali Selat Hormuz, lapor Financial Times (FT) pada Rabu (1/4), mengutip pernyataan sejumlah pejabat yang mengetahui masalah tersebut.

Trump menuntut agar angkatan laut negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) membantu membuka kembali jalur air strategis itu pada bulan lalu, setelah jalur itu secara efektif ditutup di tengah meningkatnya konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.

Sejumlah pemerintah negara-negara Eropa dilaporkan menolak permintaan tersebut, dan mengatakan langkah semacam itu mustahil dilakukan selama konflik sedang berlangsung, dengan beberapa pejabat berpendapat konfrontasi tersebut "bukan perang kami."

FT menguraikan Trump kemudian mengancam akan menangguhkan pasokan ke PURL, inisiatif pengadaan senjata untuk Ukraina milik NATO, yang didanai oleh negara-negara Eropa.

FT juga melaporkan bahwa atas desakan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, sekelompok negara, termasuk negara-negara anggota aliansi utama seperti Prancis, Jerman, dan Inggris, mengeluarkan pernyataan pada 19 Maret yang menyatakan, "Kami menegaskan kesiapan kami untuk berkontribusi pada upaya yang memadai guna memastikan keamanan dalam melintasi Selat (Hormuz)."

Harian itu memaparkan seorang pejabat yang mengetahui pembahasan tersebut mengindikasikan bahwa Rutte mendesak agar pernyataan bersama itu dirilis setelah Trump mengancam akan menarik diri dari PURL dan mengurangi dukungan yang lebih luas bagi Ukraina.

Menteri Delegasi untuk Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis Alice Rufo pada Rabu menyampaikan bahwa NATO merupakan aliansi militer yang berfokus pada keamanan wilayah di kawasan Euro-Atlantik dan tidak dimaksudkan untuk melaksanakan operasi di Selat Hormuz.

Rufo menyampaikan hal itu setelah pernyataan Trump yang menguraikan bahwa dirinya sedang serius mempertimbangkan menarik AS dari NATO usai aliansi tersebut tidak ikut serta dalam serangan terhadap Iran. Trump juga menggambarkan aliansi itu sebagai "macan kertas," lapor surat kabar Inggris, The Telegraph, pada Rabu.

Menanggapi ancaman Trump untuk menarik diri dari NATO, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Rabu menuturkan Inggris akan bertindak atas dasar kepentingan nasional dan tidak akan mengubah sikapnya terkait perang Iran.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait