
Indonesia jajaki investasi China di sektor energi surya hingga kendaraan roda dua

Foto tak bertanggal ini menunjukkan panel surya di Minahasa, Sulawesi Utara. (Kementerian ESDM)
Investasi asal China di Indonesia dinilai telah berkontribusi signifikan dalam mendorong hilirisasi serta meningkatkan daya saing industri nasional, mengingat sekitar 69 persen dari nilai investasi tersebut mengalir ke sektor manufaktur.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Indonesia kembali menjajaki peluang investasi dari China dalam kunjungan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, ke sejumlah perusahaan China sepanjang pekan lalu, yang mencakup perusahaan-perusahaan teknologi energi surya hingga kendaraan roda dua.
Rosan beserta rombongan mengunjungi sedikitnya tujuh perusahaan China yang bergerak di sektor energi terbarukan, mulai dari perusahaan manufaktur energi surya, kendaraan roda dua, hingga baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Melalui unggahan resmi di akun X Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Rosan menginformasikan kunjungannya ke beberapa perusahaan energi surya guna membahas peluang investasi dan pengembangan manufaktur lokal fotovoltaik surya beserta komponennya. Perusahaan-perusahaan tersebut meliputi LONGi Green Energy Technology, Flat Glass Group, Tongwei Group, dan Yingfa Group.
Rosan juga menjajaki peluang penguatan investasi di sektor baterai EV dan sistem penyimpanan energi melalui pertemuan dengan EVE Energy dan Huayou Group. Sementara itu, dalam kunjungan ke CFMoto, pembahasan difokuskan pada upaya peningkatan kapasitas manufaktur kendaraan roda dua di dalam negeri.
China sejak lama telah menjadi salah satu penyumbang investasi terbesar bagi Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Investasi, total investasi asal China yang masuk ke Indonesia sepanjang periode 2021 hingga 2025 mencapai 34,4 miliar dolar AS, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 37 persen per tahun.
*1 dolar AS = 17.112 rupiah
Investasi asal China dinilai telah berkontribusi signifikan dalam mendorong hilirisasi serta meningkatkan daya saing industri nasional, mengingat sekitar 69 persen dari nilai investasi tersebut mengalir ke sektor manufaktur. Selain itu, investasi tersebut juga telah berperan dalam menciptakan lebih dari 700.000 lapangan kerja.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Belanja litbang sektor internet China tumbuh kuat pada Januari-Oktober 2022
Indonesia
•
05 Dec 2022

Upaya pengamanan optimal, hasil perkebunan sawit Agrinas Distrik V Riau meningkat hingga 100 ton/hari
Indonesia
•
04 Nov 2025

Laporan BFA sebut transisi energi merupakan kunci pembangunan hijau di Asia
Indonesia
•
27 Mar 2024

Konsumsi listrik China capai 8,31 triliun kilowatt-jam pada 2021
Indonesia
•
19 Jan 2022


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
