Presiden terima 12 CEO global di Washington DC, perkuat kemitraan investasi strategis

Presiden Prabowo Subianto menerima 12 pimpinan perusahaan investasi global dalam sebuah pertemuan sebagai bagian dari kunjungan kerjanya di Washington DC, Amerika Serikat, pada Jumat 20 Februari 2026. (Sekretariat Kabinet RI)

Presiden Prabowo Subianto menerima 12 CEO dan presiden perusahaan investasi terkemuka dunia dengan total aset kelolaan (assets under management) mencapai sekitar 15 triliun dolar AS.

 

Jakarta (Indonesia Window) – Presiden Prabowo Subianto menerima 12 pemimpin perusahaan investasi global dalam sebuah pertemuan sebagai bagian dari kunjungan kerjanya di Washington DC, Amerika Serikat, pada Jumat 20 Februari 2026.

 Para investor tersebut merupakan CEO (Chief Executive Officers) dan presiden perusahaan investasi terkemuka dunia dengan total aset kelolaan (assets under management) mencapai sekitar 15 triliun dolar AS, ungkap Sekretariat Kabinet RI dalam situs jejaringnya yang dikutip Indonesia Window pada Ahad.

 Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) yang juga CEO Danantara (Daya Anagata Nusantara), Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan bahwa pertemuan yang semula dijadwalkan selama satu jam berlangsung hampir dua jam karena diskusi yang dinilai sangat konstruktif.

 Danantara adalah lembaga pengelola investasi (Sovereign Wealth Fund) baru bentukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan pada 24 Februari 2025. Danantara bertugas mengonsolidasikan, mengoptimalkan aset BUMN, serta mengelola investasi strategis untuk meningkatkan nilai kekayaan negara.

 “Diskusinya tadi cukup panjang kurang lebih dua jam, dari tadinya hanya diperkirakan sejam karena diskusinya very fruitful, very productive,” ujar Rosan dalam keterangan persnya kepada awak media usai pertemuan.

 Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional, langkah penguatan iklim investasi, serta komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas dan kepastian hukum.

 Dialog kemudian dilanjutkan secara one-on-one dengan masing-masing pimpinan perusahaan untuk membahas potensi kerja sama lebih lanjut.

 Rosan menjelaskan bahwa kehadiran Danantara mendapat apresiasi positif dari para investor global. Mereka menilai Danantara berpotensi menjadi mitra strategis lokal dalam berbagai skema investasi, baik di Indonesia maupun secara global.

 “Mereka juga mempunyai potensi sebagai local partner Danantara dan itu memberikan kenyamanan dan confidence juga, karena kita bisa bersama-sama investasi tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar Indonesia,” jelasnya.

 Rosan menyampaikan bahwa Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut menegaskan Indonesia tidak ingin lagi dikenal sebagai sleeping giant. Saatnya Indonesia bangkit, bergerak, dan memaksimalkan seluruh potensi ekonomi nasional bersama mitra global.

 Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait