Hadapi perang berkepanjangan, Jepang punya 1.400 gudang amunisi, siapkan 130 lagi hingga 2032

Warga menggelar aksi protes di Tokyo, Jepang, pada 31 Maret 2026, untuk menentang keputusan pemerintah Jepang terkait penempatan rudal jarak jauh dengan kemampuan serangan balik di Prefektur Kumamoto dan Prefektur Shizuoka. (Xinhua/Yue Chenxing)

Pyongyang, Republik Rakyat Demokratik Korea (Xinhua/Indonesia Window) – Jepang sedang berencana membangun lebih banyak gudang amunisi untuk Pasukan Bela Diri (Self-Defense Forces/SDF) dengan dalih memperkuat kemampuan pertahanan untuk bersiap menghadapi keadaan perang berkepanjangan, demikian dilansir kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) pada Rabu (30/9).

Jepang saat ini memiliki lebih dari 1.400 gudang amunisi di seluruh penjuru negerinya dan berencana membangun sekitar 130 gudang amunisi tambahan hingga 2032 dengan desain yang terstandardisasi, menurut artikel komentar dari kantor berita tersebut.

Artikel tersebut mengatakan bahwa sejak Perdana Menteri Sanae Takaichi menjabat, pihak berwenang Jepang secara terbuka menerapkan kebijakan neomiliteris yang berbahaya dan "bertekad bulat untuk merampungkan persiapan perang demi melakukan agresi."

Artikel itu juga menyebut bahwa Jepang "sedang mempersiapkan diri sepenuhnya untuk menghadapi keadaan perang," serta menggambarkan perluasan fasilitas penyimpanan amunisi sebagai "tindakan merusak diri sendiri yang mengubah seluruh kepulauan itu menjadi gudang amunisi raksasa."

Jika kalangan neomiliteris Jepang melupakan pelajaran pahit dari masa lalu, mereka hanya akan menghadapi kekalahan Jepang yang kedua, demikian peringatan artikel komentar tersebut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait