Trump sebut AS akan kawal kapal tanker minyak lewati Selat Hormuz jika diperlukan

Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 ini menunjukkan kapal tanker minyak Inggris 'Stena Impero' di dekat Selat Hormuz, Iran. (Xinhua/ISNA/Morteza Akhoundi)

Korps Garda Revolusi Islam Iran telah menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal, menyatakan bahwa jalur air vital untuk minyak dan gas tersebut tidak aman akibat serangan AS dan Israel.

 

New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (3/3) mengatakan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai mengawal kapal tanker melewati Selat Hormuz jika diperlukan.

"Jika diperlukan, Angkatan Laut AS akan mulai mengawal kapal tanker melewati Selat Hormuz, sesegera mungkin," kata Trump dalam unggahannya di media sosial.

Trump mengatakan bahwa dia telah memerintahkan International Development Finance Corporation (DFC) AS untuk menyediakan apa yang disebut sebagai asuransi dan jaminan risiko politik bagi perdagangan maritim, terutama energi, yang "melewati Teluk".

Terletak di antara Teluk (Persia) dan Teluk Oman, Selat Hormuz berfungsi sebagai satu-satunya jalur laut dari Teluk (Persia) ke laut lepas, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu titik paling vital secara strategis di dunia.

Media Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran telah menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal, menyatakan bahwa jalur air vital untuk minyak dan gas tersebut tidak aman akibat serangan AS dan Israel.

Pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat, serangan udara AS-Israel terhadap Iran menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, beserta beberapa anggota keluarganya, komandan militer senior, dan warga sipil. Iran membalas dengan serangkaian gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar Israel dan pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait