
DK PBB gagal sahkan resolusi yang serukan penghentian segera aktivitas militer di Timur Tengah

Foto yang diabadikan pada 28 Februari 2026 ini menunjukkan sebuah ledakan di pusat kota Tel Aviv, Israel. (Xinhua/Chen Junqing)
Resolusi penghentian aktivitas militer di Timur Tengah gagal diadopsi Dewan Keamanan PBB.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (11/3) gagal mengesahkan rancangan resolusi yang menyerukan kepada semua pihak agar segera menghentikan aktivitas militer dan menahan diri dari eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah dan sekitarnya, serta mengecam semua serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil.
DK PBB menolak rancangan resolusi tersebut, yang diajukan oleh Rusia, dengan empat suara mendukung, dua menolak, dan sembilan abstain. Rusia, China, Pakistan, dan Somalia memberikan suara mendukung, sementara Amerika Serikat (AS) dan Latvia menolak.
"Kami sangat kecewa," tutur Vassily Nebenzia, perwakilan tetap Rusia untuk PBB, seraya menyebut bahwa banyak anggota DK PBB tidak mampu menghimpun cukup kekuatan dan kebijaksanaan untuk mengesahkan naskah resolusi yang diusulkan negaranya.
Sebelumnya, DK PBB telah mengadopsi rancangan resolusi mengenai krisis di Timur Tengah saat ini, yang dipicu oleh serangan militer gabungan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari dan serangan balasan Iran di berbagai penjuru Timur Tengah.
Rancangan resolusi itu, yang diajukan oleh Bahrain atas nama Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC), diadopsi dengan 13 suara setuju dan dua abstain untuk mengecam serangan Iran terhadap negara-negara GCC dan Yordania, menuntut Iran segera menghentikan serangan terhadap mereka, serta menetapkan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional dan ancaman serius terhadap keamanan internasional.
"Perlu saya jelaskan: Resolusi ini merupakan ketidakadilan yang nyata terhadap negara saya, korban utama dari tindakan agresi yang terang-terangan," kata Amir Saeid Iravani, perwakilan tetap Iran untuk PBB. "Kami menganggapnya tidak adil dan melanggar hukum, tidak sejalan dengan Piagam PBB dan hukum internasional."
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China mulai berlakukan konvensi internasional tentang kejahatan terhadap penerbangan sipil
Indonesia
•
01 Oct 2023

Kerusuhan Desember-Januari di Iran tewaskan 3.117 jiwa
Indonesia
•
22 Jan 2026

China desak AS cabut "undang-undang perdagangan" dengan Taiwan
Indonesia
•
11 Aug 2023

RRC resmi buka kedubes di Republik Honduras
Indonesia
•
06 Jun 2023


Berita Terbaru

Serangan terhadap pemukim di Tepi Barat tembus 1.000 kasus tahun ini
Indonesia
•
13 Jun 2026

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol divonis 30 tahun penjara dalam kasus pengkhianatan negara
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran pastikan perundingan damai dengan AS masuki tahap akhir
Indonesia
•
13 Jun 2026

Iran laporkan 54 awak kapal tewas dan 253 kapal hancur sejak konflik dimulai
Indonesia
•
11 Jun 2026
