
China bangun bola transparan bawah tanah terbesar di dunia untuk tangkap ‘partikel hantu’

Foto yang diabadikan pada 15 Juni 2023 ini menunjukkan lokasi pembangunan observatorium neutrino bawah tanah di Jiangmen, Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua/Deng Hua)
Detektor bola transparan terbesar di dunia berada pada kedalaman 700 meter di dalam lapisan granit sebuah bukit di Kaiping di Kota Jiangmen, Provinsi Guangdong, China selatan, untuk menangkap neutrino yang sulit dipahami, yang sering dijuluki ‘partikel hantu’ (ghost particle).
Guangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – China membangun detektor bola transparan terbesar di dunia yang berada pada kedalaman 700 meter di bawah tanah untuk menangkap neutrino yang sulit dipahami, yang sering dijuluki ‘partikel hantu’ (ghost particle). Upaya itu dilakukan untuk mengungkap rahasia yang sangat kecil dan sangat luas di alam semesta.Bola akrilik setinggi 12 lantai dengan diameter 35,4 meter ini, yang terkubur jauh di dalam lapisan granit sebuah bukit di Kaiping di Kota Jiangmen, Provinsi Guangdong, China selatan, merupakan bagian inti dari Observatorium Neutrino Bawah Tanah Jiangmen (Jiangmen Underground Neutrino Observatory/JUNO), sebuah fasilitas ilmiah yang sangat besar dan kompleks.Pembangunan proyek yang menantang ini, yang diluncurkan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) dan pemerintah Guangdong pada 2015, telah memasuki tahap akhir. Pemasangan seluruh perangkat diharapkan selesai pada akhir November, dan pengoperasian penuh fasilitas ini dijadwalkan pada Agustus 2025, menurut Institut Fisika Energi Tinggi (Institute of High Energy Physics/IHEP) di bawah naungan CAS, lembaga terkemuka proyek tersebut.Sebagai salah satu eksperimen paling kuat di dunia untuk mengungkap misteri neutrino, JUNO diperkirakan akan beroperasi setidaknya selama 30 tahun. Observatorium itu dirancang untuk membantu para ilmuwan lebih memahami hierarki massa neutrino dengan mendeteksi neutrino reaktor dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Yangjiang dan Taishan di dekatnya dengan resolusi energi 3 persen yang belum pernah terjadi sebelumnya, kata Wang Yifang, kepala ilmuwan JUNO sekaligus kepala IHEP.Memahami hierarki massa neutrino dapat berimplikasi besar bagi pemodelan fisik alam semesta dan penelitian evolusi kosmis, kata Wang.Fasilitas tersebut juga akan membantu para ilmuwan melakukan penelitian mutakhir lainnya seperti mengamati supernova, atmosfer, dan neutrino matahari.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Mineral yang kaya molekul air ditemukan dalam sampel Bulan Chang'e-5
Indonesia
•
26 Jul 2024

Singapura luncurkan pedoman transparansi chatbot AI, wajib sajikan informasi dengan bahasa sederhana
Indonesia
•
20 Jul 2026

Peneliti Jerman-China kembangkan tikus robotik dengan peningkatan fleksibilitas dan kelincahan
Indonesia
•
08 Dec 2023

Wahana penjelajah Mars NASA mulai ekspedisi baru di lokasi yang berbeda
Indonesia
•
14 Dec 2024


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
