Deplu AS sebut Israel dan Lebanon perpanjang gencatan senjata selama 45 hari

Pasukan Israel terlihat dikerahkan di area persiapan dekat perbatasan Israel-Lebanon pada 11 Mei 2026. (Xinhua/Gil Cohen Magen)

Israel dan Lebanon telah menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama 45 hari yang mulai berlaku bulan lalu.

 

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Israel dan Lebanon telah menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama 45 hari yang mulai berlaku bulan lalu, demikian disampaikan oleh seorang juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS) pada Jumat (15/5).

"Penghentian pertempuran pada 16 April akan diperpanjang selama 45 hari guna memungkinkan kemajuan lebih lanjut," kata juru bicara Deplu AS, Tommy Piggott, di platform media sosial X.

Israel dan Lebanon akan melanjutkan negosiasi politik di Deplu AS pada 2-3 Juni, sementara delegasi militer mereka dijadwalkan untuk memulai pembicaraan keamanan paralel di Pentagon pada 29 Mei, ujar Piggott.

Israel dan Lebanon menggelar putaran ketiga pembicaraan langsung mereka di Washington pada Kamis (14/5) dan Jumat, yang digambarkan oleh Piggott sebagai pertemuan yang "sangat produktif."

Terlepas dari gencatan senjata, bentrokan antara Israel dan Hizbullah di Lebanon selatan terus berlanjut. Serangan Israel menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai puluhan lainnya di Lebanon selatan pada Jumat, menurut Kantor Berita Nasional Lebanon.

Hizbullah mengatakan bahwa pihaknya menyasar drone, pasukan, buldoser militer, dan sebuah tank Merkava Israel di sejumlah area di Lebanon selatan.

Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat (Public Health Emergency Operations Center) Lebanon mengatakan bahwa serangan Israel antara 2 Maret hingga 15 Mei menewaskan 2.951 orang dan melukai 8.988 lainnya.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait