California larang penjualan mobil baru berbahan bakar minyak mulai 2035

Fisker Ocean, mobil yang sepenuhnya ditenagai listrik, terlihat dalam konferensi pers pada hari pertama pratinjau media untuk Los Angeles Auto Show di Los Angeles County, California, Amerika Serikat, pada 17 November 2021. (Xinhua)

Per 2026, 35 persen mobil baru di California harus merupakan kendaraan emisi nol, kemudian kuotanya akan dinaikkan menjadi 68 persen pada 2030, dan 100 persen pada 2035.

 

Jakarta (Indonesia Window) – Para pembuat kebijakan di California, Amerika Serikat (AS), pada Kamis (25/8) melakukan pemungutan suara dan sepakat untuk menyetujui aturan pertama yang akan melarang penjualan mobil baru berbahan bakar minyak mulai 2035.

Gubernur California Gavin Newsom mengusulkan larangan mobil baru berbahan bakar minyak untuk 2035 tersebut sejak dua tahun lalu, dengan perintah eksekutif yang mengarahkan Dewan Sumber Daya Udara California (California Air Resources Board/CARB) dan beberapa pihak lainnya untuk menentukan cara mengimplementasikan rencana tersebut.

Aturan baru itu mengharuskan para produsen mobil untuk mencapai sejumlah target secara bertahap. Per 2026, 35 persen mobil baru di California harus merupakan kendaraan emisi nol, kemudian kuotanya akan dinaikkan menjadi 68 persen pada 2030, dan 100 persen pada 2035.

Aturan tersebut tidak akan berdampak terhadap kendaraan bekas, memungkinkan kendaraan-kendaraan itu untuk tetap digunakan. Aturan tersebut tidak akan langsung diberlakukan, tetapi akan mulai diterapkan pada 2026, kata anggota CARB Daniel Sperling.

Krisis iklim dapat dipecahkan jika kita fokus pada langkah-langkah besar dan berani yang diperlukan untuk membendung gelombang polusi karbon,” kata Newsom pada Rabu (24/8).

Beberapa negara bagian lainnya di AS diperkirakan akan mengikuti langkah California. Sebanyak 15 negara bagian termasuk Colorado dan Minnesota, serta beberapa negara bagian di Timur Laut dan Pesisir Barat AS, sudah mengikuti aturan kendaraan emisi nol California sebelumnya, demikian dilansir CNN.

Sumber: Xinhua

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan