
BMW mulai produksi massal baterai generasi keenam di China, investasi capai 26,74 triliun rupiah

Foto yang diabadikan pada 28 Mei 2026 ini memperlihatkan upacara keluarnya kendaraan ketujuh juta yang diproduksi oleh BMW Brilliance Automotive (BBA) di Shenyang, Provinsi Liaoning, Tiongkok timur laut. (Xinhua/Pan Yulong)
Shenyang, China (Xinhua/Indonesia Window) – BMW Group secara resmi memulai produksi massal baterai tegangan tinggi generasi keenamnya pada Kamis (15/10) di Shenyang, ibu kota Provinsi Liaoning, China timur laut, menandai tonggak sejarah yang menegaskan langkah penting dalam strategi elektrifikasi dan lokalisasi perusahaan tersebut di China.
Dimulainya produksi baterai ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan model-model Neue Klasse (atau New Class) ke China, dengan memanfaatkan kemampuan sistem BMW di bidang penelitian dan pengembangan (litbang), teknik, pengadaan, dan produksi di Shenyang, kata Birgit Boehm, presiden sekaligus CEO BMW Brilliance Automotive Ltd.
Dengan investasi sebesar 10 miliar yuan atau sekitar 1,49 miliar dolar AS, proyek baterai ini mengusung desain sel silinder besar yang canggih. Untuk memajukan industrialisasi skala besar dari sel-sel ini, BMW bekerja sama secara erat dengan produsen baterai China, termasuk CATL dan EVE Energy.
*1 yuan = 2.674 rupiah
**1 dolar AS = 17.898 rupiah
Shenyang merupakan basis produksi terbesar BMW Group di seluruh dunia. Sejak 2010, BMW telah menginvestasikan lebih dari 120 miliar yuan di sana, dan kendaraan ketujuh juta telah keluar dari jalur perakitan pada Mei tahun ini.
Ketua Dewan Direksi BMW AG Milan Nedeljkovic mengatakan bahwa keunggulan lokasi Shenyang yang kuat, fondasi industri yang kokoh, serta lingkungan bisnis yang baik mendorong BMW untuk terus meningkatkan investasi dan menjadikan basis di Shenyang sebagai tolok ukur kerja sama industri yang saling menguntungkan antara China dan mitra asing.
Pada Kamis yang sama, BMW juga mengumumkan bahwa BMW i3 model baru yang dirancang khusus untuk pasar China berhasil menempuh jarak 1.213 kilometer tanpa pengisian ulang.
Berdasarkan rencana perusahaan, hampir 20 model baru dan model pembaruan yang dilengkapi dengan teknologi Neue Klasse akan hadir di pasar China hingga 2027. Pada 2030, BMW menargetkan untuk meningkatkan pangsa kendaraan produksi lokal yang dijual di China menjadi lebih dari 95 persen.
Perusahaan ini juga tengah mengevaluasi perluasan ekspor model-model yang diproduksi di China dari Shenyang ke pasar luar negeri, termasuk Asia Tenggara.
Nedeljkovic mengatakan bahwa China adalah pasar inti yang paling dinamis dan kompetitif di dunia, dan BMW berkomitmen untuk memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan serta membuka masa depan elektrifikasi bersama China.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China terapkan langkah jaga penduduk tetap hangat selama musim dingin
Indonesia
•
19 Dec 2022

Permintaan global dongkrak batu bara acuan Februari jadi 188,38 dolar AS per ton
Indonesia
•
08 Feb 2022

Laporan APEC serukan reformasi struktural dan pemulihan hijau
Indonesia
•
16 Nov 2022

Minyak jatuh saat pembicaraan damai Ukraina dan khawatir permintaan China
Indonesia
•
29 Mar 2022


Berita Terbaru

IMF proyeksikan ekonomi global tumbuh 3,1 persen pada 2026, AI jadi penopang
Indonesia
•
13 Oct 2026

OPEC pangkas proyeksi minyak 2026 dari 400.000 menjadi 200.000 barel per hari
Indonesia
•
14 Oct 2026

IMF peringatkan harga energi tetap tinggi, minyak diproyeksi bertahan di level 100 dolar AS hingga 2027
Indonesia
•
08 Oct 2026

Investasi AI dongkrak ekonomi ASEAN+3, proyeksi pertumbuhan 2027 naik jadi 4,1 persen
Indonesia
•
07 Oct 2026
