
BMW kehilangan laba Rp75 triliun dalam enam bulan, siapkan phk 8.000 karyawan

Orang-orang mengunjungi stan luar ruangan BMW di ajang International Motor Show Germany (IAA Mobility) di Munich, Jerman, pada 8 September 2021. (Xinhua/Lu Yang)
Berlin, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Laba operasional BMW merosot hampir 40 persen pada paruh pertama (H1) tahun ini, demikian disampaikan produsen mobil premium asal Jerman itu pada Kamis (30/7).
Pengumuman itu disampaikan sehari setelah BMW mengungkapkan rencana untuk memangkas 8.000 pekerjaan di seluruh dunia sebagai bagian dari upaya memperketat efisiensi biaya di tengah tekanan yang meningkat akibat tarif, regulasi yang semakin ketat dan persaingan yang kian sengit.
Laba operasional BMW turun 37,4 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 3,64 miliar euro pada enam bulan pertama 2026. Sementara itu, laba bersih menyusut 28,5 persen menjadi 2,87 miliar euro. Pengiriman kendaraan juga turun 4,2 persen menjadi 1,16 juta unit.
*1 euro = 20.616 rupiah
Pihak perusahaan memperkirakan total pengiriman kendaraan sepanjang tahun ini akan sedikit lebih rendah dibandingkan tahun lalu.
CEO BMW Milan Nedeljkovic mengatakan tarif yang lebih tinggi, hambatan perdagangan, regulasi yang semakin ketat di Eropa, serta konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah menjadi tantangan utama yang dihadapi perusahaan selama setahun terakhir.
Tarif saja memangkas margin laba otomotif grup tersebut, atau margin laba sebelum bunga dan pajak (earnings before interest and taxes/EBIT), sebesar 1,25 poin persentase pada kuartal kedua. Margin itu turun menjadi 2,3 persen dari 5,4 persen tahun lalu.
Nedeljkovic mengatakan BMW sedang mempercepat langkah efisiensi biaya dengan merampingkan organisasi dan meningkatkan efisiensi guna menjaga daya saing jangka panjang perusahaan.
Dia menambahkan bahwa BMW telah mencapai kesepakatan dengan perwakilan pekerja mengenai rencana restrukturisasi tenaga kerja, termasuk pengurangan jumlah karyawan pada posisi nonproduksi di Jerman.
Raksasa otomotif itu akan memangkas sekitar 8.000 pekerjaan di seluruh dunia antara Oktober tahun ini hingga akhir 2027, dengan lebih dari separuh pengurangan diperkirakan terjadi di Jerman.
Hingga akhir 2025, BMW mempekerjakan sekitar 154.500 orang di seluruh dunia, termasuk lebih dari 80.000 orang di Jerman.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Menikmati kelezatan durian Yuyem khas Semarang yang belum banyak dikenal
Indonesia
•
31 Jul 2025

Fokus Berita – Eropa alami musim panas terpanas, picu kerugian pertanian dan kematian
Indonesia
•
08 Sep 2024

Transaksi ‘business matching’ UMKM hingga Agustus 2025 capai 90,90 juta dolar AS
Indonesia
•
09 Sep 2025

Layanan konsumen China bukukan pemulihan kuat selama liburan Tahun Baru
Indonesia
•
09 Jan 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Karhutla di Eropa telan kerugian Rp51,5 triliun per tahun, lebih dari 434.000 hektare lahan hangus
Indonesia
•
31 Jul 2026

2 merek EV China resmi masuk Indonesia, SUV berteknologi baru dibanderol mulai 449 juta rupiah
Indonesia
•
31 Jul 2026

Lepas L8 resmi meluncur di Indonesia, dibanderol Rp589 juta dengan Jarak tempuh hingga 1.300 km
Indonesia
•
28 Jul 2026

Malaysia tinggal selangkah lagi jadi negara berpenghasilan tinggi, ekonomi tumbuh 5,8 persen
Indonesia
•
28 Jul 2026
