
China terapkan langkah jaga penduduk tetap hangat selama musim dingin

Seorang pekerja melakukan debug pada peralatan pemanas di rumah seorang warga di Changchun, Provinsi Jilin, China timur laut, pada 20 Oktober 2022. (Xinhua/Yan Linyun)
Pasokan energi China meningkat dalam menghadapi gelombang dingin dan fluktuasi harga energi global, guna memastikan kecukupan listrik, gas, dan pemanas bagi masyarakat dan pabrik-pabrik di negara itu.
Beijing, China (Xinhua) – Untuk menghadapi gelombang dingin dan fluktuasi harga energi global, China meningkatkan pasokan energinya guna memastikan kecukupan listrik, gas, dan pemanas bagi masyarakat dan pabrik-pabrik di negara itu.Dalam 11 bulan pertama di tahun 2022, China memproduksi 4,09 miliar ton batu bara, yang merupakan rekor tertinggi dan menandai kenaikan 9,7 persen secara tahunan (year on year/yoy), menurut Administrasi Energi Nasional (National Energy Administration/NEA) China.Produktivitas batu bara yang tinggi berlanjut hingga Desember, dengan rata-rata output harian mencapai lebih dari 12 juta ton pada paruh pertama bulan ini.Sejak 1 Desember hingga 15 Desember, persediaan batu bara di sejumlah pembangkit listrik utama di China cukup untuk menopang konsumsi listrik selama 24 hari, menurut data NEA.Selama periode Januari-November, output minyak mentah China mencapai 188 juta ton, naik 3 persen (yoy). Sementara output gas alam mencapai 197,4 miliar meter kubik, naik 6,4 persen dibanding setahun lalu.Hingga akhir Oktober, total kapasitas terpasang pembangkit listrik China mencapai 2,5 miliar kW, naik 8,3 persen (yoy). Dari total tersebut, kapasitas produksi pembangkit listrik tenaga air, tenaga angin, fotovoltaik, dan energi terbarukan lainnya mencapai 1,12 miliar kW.Harga perdagangan spot gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dalam negeri jauh lebih rendah daripada level internasional. Pada 14 Desember, harga perdagangan LNG di Shanghai Petroleum and Gas Exchange mencapai sekitar 5,6 yuan per meter kubik, sedangkan harga spot LNG di Asia Timur Laut setara dengan 10,1 yuan per meter kubik.Otoritas meteorologi China pada Ahad (18/12) memperbarui peringatan biru untuk gelombang dingin.Mulai Ahad hingga Rabu (21/12) pagi waktu setempat, sebagian daerah di China selatan dan tengah akan dilanda cuaca dingin, dengan suhu terendah diperkirakan 5 atau 7 derajat Celsius lebih rendah dibanding periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, menurut Pusat Meteorologi Nasional China.Pemerintah China akan meningkatkan mekanisme penyaluran energi darurat yang komprehensif dan komplementer untuk batu bara, gas alam, dan listrik, serta menyempurnakan skema penyaluran energi guna menghadapi puncak konsumsi energi, menurut Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) China dalam pernyataannya.Berbagai upaya akan ditingkatkan untuk mengatur penandatanganan dan implementasi kontrak jangka menengah dan panjang untuk energi listrik dan batu bara, memanfaatkan potensi pembangkit listrik tenaga nuklir, tenaga angin, dan tenaga surya, serta memanfaatkan jalur-jalur transmisi lintas regional, kata NDRC.*1 yuan = 2.238 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China kirimkan ‘batch’ pertama UAV sipil besar hasil produksi massal dalam negeri
Indonesia
•
22 Jan 2025

IMF: PDB global berpotensi turun 4,5 persen dalam skenario "de-risking" ekstrem
Indonesia
•
12 Jan 2024

OPEC pertahankan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak untuk 2025 dan 2026
Indonesia
•
14 Feb 2025

Jepang luncurkan kebijakan ekonomi darurat untuk redam dampak tarif AS
Indonesia
•
27 Apr 2025


Berita Terbaru

UE peringatkan potensi gangguan berkepanjangan di pasar energi akibat perang di Timur Tengah
Indonesia
•
01 Apr 2026

Harga solar di California melonjak ke rekor tertinggi
Indonesia
•
01 Apr 2026

Jumlah penumpang meningkat, Whoosh semakin populer sebagai pilihan transportasi mudik Lebaran 2026
Indonesia
•
01 Apr 2026

Harga bahan bakar di Kamboja terus meroket di tengah konflik yang berlanjut di Timur Tengah
Indonesia
•
01 Apr 2026
