OPEC pangkas proyeksi minyak 2026 dari 400.000 menjadi 200.000 barel per hari

Warga mengisi bahan bakar kendaraan di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Auckland, Selandia Baru, pada 30 Juni 2023. (Xinhua/Zhao Gang)

Wina, Austria (Xinhua/Indonesia Window) – Permintaan minyak global diperkirakan akan tumbuh sebesar 200.000 barel per hari (barrels per day/bpd) pada 2026 secara tahunan (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi pada September, demikian disampaikan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Selasa (13/10).

Angka tersebut dipublikasikan oleh OPEC dalam laporan pasar minyak bulanan terbarunya. Permintaan minyak negara-negara Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD) diperkirakan turun sekitar 200.000 bpd secara tahunan pada 2026, sementara permintaan minyak negara-negara non-OECD diperkirakan tumbuh sekitar 400.000 bpd.

Dalam laporan sebelumnya pada September, OPEC memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak global pada 2026 mencapai 400.000 bpd secara tahunan.

Meskipun proyeksi untuk 2026 lebih rendah, laporan tersebut tetap merevisi naik proyeksi permintaan minyak global untuk 2027. Permintaan minyak global diperkirakan naik sekitar 2,6 juta bpd secara tahunan, dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya sebesar 2,4 juta bpd secara tahunan.

Menurut laporan yang dirilis pada Selasa, revisi naik ini didorong oleh meningkatnya perkiraan permintaan minyak, baik di negara-negara OECD maupun non-OECD.

"Permintaan minyak pada 2026 memang akan melambat sesuai dengan proyeksi saat ini dan akan meningkat pada tahun berikutnya seiring dengan besarnya kebutuhan untuk mengisi kembali persediaan minyak," kata laporan tersebut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait